LANGIT7.ID, Magelang - Woro Widowati (19), youtuber cantik asal Magelang, Jawa Tengah berkesempatan ngobrol bareng dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, pada Jumat (3/9) di Instagram. Mereka berdialog dalam acara bertajuk “Berprestasi di Tengah Pandemi, dengan berkarya di platform digital”.
Woro bercerita banyak mengenai tipsnya bisa tetap produktif dalam menghasilkan pundi-pundi rupiah di tengah Pandemi Covid-19. Meski, saat ini masih belum bisa tampil di atas panggung, karena pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
Tahun 2000 nama Woro Widowati menyita perhatian banyak penggemar musik, setelah mengunggah video lagu Jawa yang saat itu sedang hits seperti seperti Sampek Tuwek, Tak Ikhlasno, Tanpa Tresnamu, dan Menepi.
Baca juga: Kemenperin Fokus Memperkuat Ekonomi Nasional Melalui Pemberdayaan Industri HalalBermodal suara yang merdu, Woro mampu mendulang 458 ribu follower di akunnya @worow0ro, yang saat ini sudah centang biru. Bahkan, lagu covernya yang diunggah di Youtube itu sudah ditonton sampai jutaan kali. Gayung pun bersambut, ia pun banyak mendapat duit dari sana.
“Pendapatan dari Youtube terbesar. Saya tidak jauh-jauh dari lagu Jawa, karena awalnya memang lagu Jawa . Sekarang terkenal sebagai pengcover lagu Jawa,” kata Woro.
Ia memiliki alasan mengapa memilih lagu Jawa. Menurut dia, lagu Jawa ini siapa yang mendengarkan akan lebih “kena”, ada feel sampai ke pendengarnya sampai terbawa ke perasaan, apakah itu sedang dialami atau pernah dialami. Meski bekerja sebagai entertainer, gadis cantik ini tidak meninggalkan identitasnya sebagai seorang muslim dengan tetap mengenakan hijab.
Selain dari channel Youtube, di masa pandemi ini dirinya juga mendapat job-job dari label musik yang memanfaatkan Instagram. Dan, label itu masih memberinya kepercayaan untuk mengisi platform digital dengan lagu cover Jawa.
“Bisa bertahan? Harus menjaga kualitas, menambah koneksi sama seniman lain, dan tidak segan untuk saling bertukar karya. Terus, tidak menjadi orang lain, dan tetap semangat dalam berkarya,” ucapnya.
Baca juga: Serambi Halal BBIHP, Wadah Edukasi Konsep Halal dari KemenperinDia juga masih mengingat aksi panggungnya pada 15 Maret 2020 di Surabaya, adalah yang terakhir kali sebelum Indonesa dilannda pandemi Covid-19. Atau tepatnya, H-1 sebelum pemerintah mengumumkan pemberlakuan lockdown
“Alhamdulillah, masih bisa pulang ke Magelang,” ujarnya.
Selain mengcover lagu, remaja yang aktif di Youtube sejak 24 Desember 2019 ini juga mulai mengarang lagu. Saat ini sudah ada 4 lagu yang diciptakannya, berdasarkan cerita asli dalam dinamika kehidupan.
“Kalau menciptakan lagu, biasanya saya share dengan tim. Kurangnya apa, nanti ditambah sama rekan-rekan di tim,” kata alumni SMA N 5 Magelang ini.
(zul)