Orang Bisa Dapat Lailatul Qadar Tanpa Tahu Tanda Datangnya
Tim langit 7
Kamis, 04 April 2024 - 10:00 WIB
ilustrasi
Malam-malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan biasanya diburu para jamaah untuk mendapatkan Lailatul Qodar. Kebiasaan orang yang sibuk mencari pertanda datangnya Lailatul Qadar.
Islam tidak memerintahkan untuk menandai alamat datangnya Lailatul Qadar. Dalam beberapa hadits yang masyhur justru perintah itu adalah mencari Lailatul Qadar.
"Cari Lailatul Qadar. Kok malah mencari tanda-tandanya," kata Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) di Youtube Santri Gayeng, diakses NU Online.
Baca juga:Zakat Bisa Bersihkan Harta hingga Tanggulangi Kemiskinan
Gus Baha kemudian melogikakan dengan analogi yang simpel, yakni ibarat orang yang hendak makan nasi. Ia menjelaskan, nasi rasanya hampir bisa dipastikan semuanya sama.
Namun, terdapat tanda-tanda khusus setiap nasi yang bagus dan yang tidak. Sementara mencari tahu soal tanda-tandanya terkadang kurang penting, karena tujuannya adalah agar bisa makan.
"Jadi, semua nasi rasanya sama, cuma tandanya nasi yang bagus itu seperti ini. Iya udah. Angger kamu makan, iya udah. Kok malah mencari tandanya. Jadi angger nasi rasanya sama saja," ujar Gus Baha.
Islam tidak memerintahkan untuk menandai alamat datangnya Lailatul Qadar. Dalam beberapa hadits yang masyhur justru perintah itu adalah mencari Lailatul Qadar.
"Cari Lailatul Qadar. Kok malah mencari tanda-tandanya," kata Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) di Youtube Santri Gayeng, diakses NU Online.
Baca juga:Zakat Bisa Bersihkan Harta hingga Tanggulangi Kemiskinan
Gus Baha kemudian melogikakan dengan analogi yang simpel, yakni ibarat orang yang hendak makan nasi. Ia menjelaskan, nasi rasanya hampir bisa dipastikan semuanya sama.
Namun, terdapat tanda-tanda khusus setiap nasi yang bagus dan yang tidak. Sementara mencari tahu soal tanda-tandanya terkadang kurang penting, karena tujuannya adalah agar bisa makan.
"Jadi, semua nasi rasanya sama, cuma tandanya nasi yang bagus itu seperti ini. Iya udah. Angger kamu makan, iya udah. Kok malah mencari tandanya. Jadi angger nasi rasanya sama saja," ujar Gus Baha.