Sosok Kenny, Wisudawan Sarjana Terbaik ITS dengan IPK 3,96
Tim langit 7
Senin, 22 April 2024 - 05:19 WIB
Benedictus Kenny Tjahjono dikukuhkan sebagai wisudawan terbaik ITS di Wisuda ke-129
Menempuh pendidikan selama 3,5 tahun di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tak menghalangi Benedictus Kenny Tjahjono sematkan gelar sebagai wisudawan sarjana (S1) terbaik di Wisuda ke-129.
Dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna yaitu 3,96, mahasiswa Departemen Statistika yang diwisuda pada Minggu (21/4/2024), ini menunjukkan kegigihannya dalam bidang akademik.
Pemuda kelahiran Surabaya tersebut mengungkapkan jika pada masa awal perkuliahan ia menemui banyak kesulitan. Utamanya ketika dirinya harus berhadapan dengan mata kuliah yang melibatkan pemrograman komputer. “Saya tidak memiliki pengetahuan dasar mengenai komputer sama sekali,” terangnya.
Baca juga:Momen Mengharukan, Wisudawan ITS Wafat Menjelang Wisuda
Saat semester dua, Kenny mengambil mata kuliah tambahan yaitu Analisis Eksplorasi Data yang sebenarnya diperuntukkan bagi mahasiswa semester empat. Pada mata kuliah tersebut mengharuskan dirinya untuk memahami dasar pemrograman. “Jelas saja saya merasa sangat kesulitan mempelajari matkul (mata kuliah, red) tersebut,” ungkapnya.
Lebih lanjut, mahasiswa angkatan 2020 ini mengatakan jika kesulitannya dalam memahami mata kuliah tersebut membuatnya harus belajar dengan lebih intensif. Sehingga saat di sela-sela pergantian kelas, Kenny sering menghabiskan waktu untuk belajar mengenai bahasa pemrograman. Kenny pun menyadari jika dalam dunia pemrograman diperlukan ketekunan dalam eksplorasi data.
Dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna yaitu 3,96, mahasiswa Departemen Statistika yang diwisuda pada Minggu (21/4/2024), ini menunjukkan kegigihannya dalam bidang akademik.
Pemuda kelahiran Surabaya tersebut mengungkapkan jika pada masa awal perkuliahan ia menemui banyak kesulitan. Utamanya ketika dirinya harus berhadapan dengan mata kuliah yang melibatkan pemrograman komputer. “Saya tidak memiliki pengetahuan dasar mengenai komputer sama sekali,” terangnya.
Baca juga:Momen Mengharukan, Wisudawan ITS Wafat Menjelang Wisuda
Saat semester dua, Kenny mengambil mata kuliah tambahan yaitu Analisis Eksplorasi Data yang sebenarnya diperuntukkan bagi mahasiswa semester empat. Pada mata kuliah tersebut mengharuskan dirinya untuk memahami dasar pemrograman. “Jelas saja saya merasa sangat kesulitan mempelajari matkul (mata kuliah, red) tersebut,” ungkapnya.
Lebih lanjut, mahasiswa angkatan 2020 ini mengatakan jika kesulitannya dalam memahami mata kuliah tersebut membuatnya harus belajar dengan lebih intensif. Sehingga saat di sela-sela pergantian kelas, Kenny sering menghabiskan waktu untuk belajar mengenai bahasa pemrograman. Kenny pun menyadari jika dalam dunia pemrograman diperlukan ketekunan dalam eksplorasi data.