Dari Buku Prof.Dr. Abdul Mu'ti; Menjadi Manusia Bertakwa (Seri 24)
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Di dalam Alquran dijelaskan tentang manusia yang dibenci dan disayang oleh Allah Swt.,manusia yang dibenci oleh Allah Swt adalah orang-orang yang zalim, ingkar, dan tidak taat kepada-Nya. Sebaliknya, manusia yang disayang oleh Allah Swt adalah orang-orang yang bertakwa, berbuat kebaikan, dan selalu mengikuti petunjuk-Nya.
Di antara manusia yang dibenci oleh Allah Swt. adalah mereka yang melampaui batas (Qs. Al- Baqarah [3]: 190; Qs. Al-Maidah [5]: 87; Qs. Al-Araf [7]: 55), berbuat dosa (Qs. Al-Baqarah [2]: 276; Qs. An-Nisa [4]: 107), kafir (Qs. Ali Imran [3]: 32; Qs. Ar-Rum [30]: 55), dan zalim (Qs. Ali Imran [3]: 57, 140), Qs. Asy-Syura [42]: 40).
Kemudian sombong dan membanggakan diri (Qs. An-Nisa [4]: 36; Qs. An-Nahl [16]: 23; Qs. Al-Qashash [28]: 76), Qs. Lukman [31]:18; Qs. Al-Hadid [57]: 23), membuat kerusakan (Qs. Al-Maidah [5]: 64; Qs. Al-Qashash [28]: 77), boros (Qs. Al-An'am [6]:141; Qs. Al-Araf [7]: 31), dan berkhianat (Qs. Al-Anfal [7]: 58; Qs. Al-Hajj [22]: 38).
Sementara di antara manusia yang disayang Allah Swt. adalah mereka yang berbuat ihsan (Qs. Al-Baqarah [2]: 195, Qs. Ali Imran [3]: 134, 148), Qs. Al-Maidah [5]: 13,93), bertaubat Qs. Al-Baqarah [2]: 222), bersuci (QS. Al-Baqarah [2]: 222), sabar (Qs. Ali Imran [3]: 146), bertakwa (Qs. Ali Imran [3]: 76; Qs. At-Taubah [9]: 4,7), bertawakal (Qs. Ali Imran [3]: 159), bersih (Qs. At-Taubah [9]: 108), dan berlaku adil (Qs. Al-Maidah [5]: 42; Qs. Al-Hujurat [49]: 9; Qs. Al-Mumtahanah [60]: 8).
Penjelasan bahwa manusia yang bertakwa disayang oleh Allah Swt. dikaitkan dengan berbagai konteks. Di dalam surah Ali Imran [3]: 76 hubungan muamalah antara Nabi Muhammad dengan orang-orang ahli kitab. Sebagian ahli kitab adalah mereka yang jujur, menepati janji, dan menghormati Nabi. Sebaliknya, sebagian dari ahli kitab adalah mereka yang berkhianat dan merendahkan Nabi. Manusia yang bertakwa disayang oleh Allah Swt. karena mereka senantiasa menepati janji.
Menurut sebagian ahli tafsir, surah At-Taubah [9]: 4 dan 9 diturunkan dalam konteks Perang Tabuk yang terjadi pada Bulan Rajab tahun ke-9 setelah hijrah (630 M). Perang Tabuk disebut juga Ghazwah al-Usrah, peperangan yang penuh dengan kesulitan dan kesempitan. Sekitar 30.000 pasukan yang dipimpin Zaid bin Tsabit r.a. berangkat dari Madinah menuju Tabuk dalam cuaca yang sangat panas dan musim paceklik, kekurangan pangan.
Meski demikian, semangat juang dan semangat berkorban kaum muslimin sangat tinggi. Mereka menyerahkan harta demi perjuangan Islam melawan Bangsa Romawi dari Kerajaan Bizantium.