home global news

Taliban Tunda Pembentukan Pemerintahan Baru di Afghanistan

Ahad, 05 September 2021 - 21:40 WIB
Ilustrasi peta Afghanistan yang kini mayoritas wilayah dikuasai Taliban. Foto: Langit7.id/iStock
Taliban menunda pembentukan pemerintahan di Afghanistan sejak mereka menguasai 33 provinsi. Termasuk Ibu Kota Kabul dan memaksa mantan Presiden Ashraf Ghani dan pejabat lainnya meninggalkan negaratersebut pada 15 Agustus.

Sebagian besar dari 33 ibu kota provinsi telah diambil alih oleh Taliban tanpa pertumpahan darah, tetapi bentrokan maut terus berlanjut di Panjshir. Satu-satunya provinsi yang memerangi mereka, dipimpin Ahmad Masoud yakni putra komandan Mujahidin Ahmad Shah Masoud, juga Menteri Pertahanan Pemerintah Ghani,Bismillah Mohammadi.

Baca Juga:Resolusi DK PBB: Biarkan Orang yang Ingin Tinggalkan Afghanistan

Pemimpin Taliban Sher Mohammad Stanikzai kepada saluran media asing pada, Rabu (1/9/2021), mengatakan, pemerintahan akan dibentuk dalam dua hari. Taliban, yang menandatangani perjanjian damai dengan AS di Doha pada Februari tahun lalu untuk menarik semua pasukan asing dari Afghanistan, tidak memberikan komentar.

Meskipun menandatangani Perjanjian Doha, para pejabat Taliban telah mengatakan secara eksplisit mereka bermaksud untuk mendirikan Imarah Islam Afghanistan. Nantinya, di bawah kepemimpinan tertinggi, Mawlawi Hibbatullah Akhundzada.

Meskipun ada pengumuman yang jelas dari pihak Taliban, sebuah saluran berita lokal Afghanistan Tolo News melaporkan, bahwa pemerintah baru akan memiliki dewan yang dipimpin Mullah Abdul Ghani Baradar yang berusia 53 tahun. Baradar, yang mengepalai kantor politik Taliban, akan bergabung dengan Mullah Mohammad Yaqoob, putra mendiang salah satu pendiri Taliban Mullah Omar, dan Kepala kantor politik Taliban di Qatar Sher Mohammad Abbas Stanekzai di pemerintahan baru.

Baca Juga:Evakuasi AS Tuntas, Semua Tentara Angkat Kaki dari Afghanistan
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
taliban afghanistan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya