Dari Buku Prof.Dr. Abdul Mu'ti; Menjadi Manusia Bertakwa (Seri 27)
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Di dalam Alquran terdapat perintah agar manusia menjaga diri dan keluarganya dari siksa neraka. Perintah ini merupakan bentuk kasih sayang Allah SWT yang ingin melindungi umat-Nya dari bahaya siksaan akhirat. Menjaga diri dan keluarga dari dosa dan kesalahan juga merupakan bentuk ibadah yang dianjurkan dalam Islam.
Allah Swt. berfirman dalam surah At-Tahrim [66]: 6.
يَأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلْئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (Qs. At-tahrim [66]: 6)
Di dalam tersebut kata "qu" merupakan kalimat perintah (fiil amr) dari kata dasar "waqa" yang berarti menjaga, melindungi, menyelamatkan dan pengertian lain yang sejenis.
Kata ahli dan kata bentukannya di dalam Alquran disebutkan sebanyak 123 kali. Ahli, di dalam Alquran, sekurang-kurangnya memiliki lima pengertian. Pertama, ahli berarti kemampuan dalam bidang tertentu. Di dalam surah An-Nisa [4]: 58 disebutkan agar amanat disampaikan kepada orang yang ahli.
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْآمُنَتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوْا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا