home edukasi & pesantren

Dari Buku Prof.Dr. Abdul Mu'ti; Menjadi Manusia Bertakwa (Seri 28)

Senin, 29 April 2024 - 05:15 WIB
Dari Buku Prof.Dr. Abdul Mu'ti Menjadi Manusia Bertakwa (Seri 28)

LANGIT7.ID-, Jakarta- - Di antara ciri manusia yang bertakwa adalah suka tolong menolong dengan sesama. Mereka selalu siap membantu orang lain tanpa pamrih, karena mereka percaya bahwa dengan memberikan bantuan kepada sesama, mereka juga mendapatkan berkah dan kebaikan dari Allah Swt.

Di dalam Alquran surah Al- Maidah [5]: 2, Allah Swt. berfirman:

وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَانُ قَوْمٍ أَنْ صَدُّوْكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَنْ تَعْتَدُوا وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ صلی وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا قلے اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Janganlah sekali-kali kebencian(-mu) kepada suatu kaum, karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat melampaui batas (kepada mereka). Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan ja ngan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya. (Qs. Al-Maidah [5]: 2)

Dalam beberapa kitab tafsir disebutkan bahwa surah Al-Maidah [5]: 2 diturunkan ketika pada sahabat Nabi Muhammad berusaha menghalang-halangi orang-orang musyrik yang akan menunaikan ibadah umrah. Para sahabat akan melakukan hal demikian sebagai balasan atas tindakan orang-orang musyrik yang menghalang-halangi Rasulullah menunaikan ibadah umrah. Sikap para sahabat tersebut tidak dibenarkan oleh Allah Swt. dengan menurunkan surah Al-Maidah [5]: 2.

Di dalam sejarah Islam disebutkan bahwa pada bulan Dzulqa'dah tahun 6 H (Maret 628 M) Rasulullah beserta 1.400 sahabat ingin melaksanakan ibadah umrah. Akan tetapi, rencana Rasulullah tersebut dihalang-halangi oleh orang-orang musyrik Mekah yang sangat tidak suka dan dendam terhadap umat Islam karena kekalahan mereka dalam Perang Khandaq. Mereka bahkan menyiapkan pasukan untuk mencegat Nabi Muhammad dan para sahabat.

Untuk menghindari pertempuran dan menjaga kesucian Kota Mekah, Rasulullah memilih berdamai dengan tidak melanjutkan ibadah umrah menanda tangani Perjanjian Hudaidiyah. Hudaibiyah adalah satu wilayah yang terletak sekitar 22 km arah barat dari Mekah menuju Jeddah. Sebagian sahabat berkeberatan dengan isi Perjanjian Hudaibiyah yang mengesankan bahwa Rasulullah mengalah. Akan tetapi langkah diplomasi Rasulullah yang memilih damai dan menghindari pertumpahan darah itu justru merupakan langkah yang tepat dan menunjukkan Islam sebagai agama yang damai.

Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
abdul mu’ti bedah buku
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya