Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 01 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Dari Buku Prof.Dr. Abdul Mu'ti Menjadi Manusia Bertakwa (Seri 28)

nabil Senin, 29 April 2024 - 05:15 WIB
Dari Buku Prof.Dr. Abdul Mu'ti Menjadi Manusia Bertakwa (Seri 28)


LANGIT7.ID-, Jakarta- - Di antara ciri manusia yang bertakwa adalah suka tolong menolong dengan sesama. Mereka selalu siap membantu orang lain tanpa pamrih, karena mereka percaya bahwa dengan memberikan bantuan kepada sesama, mereka juga mendapatkan berkah dan kebaikan dari Allah Swt.

Di dalam Alquran surah Al- Maidah [5]: 2, Allah Swt. berfirman:

وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَانُ قَوْمٍ أَنْ صَدُّوْكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَنْ تَعْتَدُوا وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ صلی وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا قلے اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Janganlah sekali-kali kebencian(-mu) kepada suatu kaum, karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat melampaui batas (kepada mereka). Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan ja ngan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya. (Qs. Al-Maidah [5]: 2)

Dalam beberapa kitab tafsir disebutkan bahwa surah Al-Maidah [5]: 2 diturunkan ketika pada sahabat Nabi Muhammad berusaha menghalang-halangi orang-orang musyrik yang akan menunaikan ibadah umrah. Para sahabat akan melakukan hal demikian sebagai balasan atas tindakan orang-orang musyrik yang menghalang-halangi Rasulullah menunaikan ibadah umrah. Sikap para sahabat tersebut tidak dibenarkan oleh Allah Swt. dengan menurunkan surah Al-Maidah [5]: 2.

Di dalam sejarah Islam disebutkan bahwa pada bulan Dzulqa'dah tahun 6 H (Maret 628 M) Rasulullah beserta 1.400 sahabat ingin melaksanakan ibadah umrah. Akan tetapi, rencana Rasulullah tersebut dihalang-halangi oleh orang-orang musyrik Mekah yang sangat tidak suka dan dendam terhadap umat Islam karena kekalahan mereka dalam Perang Khandaq. Mereka bahkan menyiapkan pasukan untuk mencegat Nabi Muhammad dan para sahabat.

Untuk menghindari pertempuran dan menjaga kesucian Kota Mekah, Rasulullah memilih berdamai dengan tidak melanjutkan ibadah umrah menanda tangani Perjanjian Hudaidiyah. Hudaibiyah adalah satu wilayah yang terletak sekitar 22 km arah barat dari Mekah menuju Jeddah. Sebagian sahabat berkeberatan dengan isi Perjanjian Hudaibiyah yang mengesankan bahwa Rasulullah mengalah. Akan tetapi langkah diplomasi Rasulullah yang memilih damai dan menghindari pertumpahan darah itu justru merupakan langkah yang tepat dan menunjukkan Islam sebagai agama yang damai.

Di dalam Tafsir al-Jami li Ahkam Al-Qur'an, Al-Qurthubi menjelaskan bahwa al-bir dan at-taqwa adalah dua lafaz yang memiliki makna tunggal. Kebajikan itu terwujud dalam perbuatan takwa. Dan, takwa itu adalah kebajikan. Lawan dari al-bir dan at-taqwa adalah al-itsm (dosa) dan al-udwan (permusuhan). Bermusuhan yang disebabkan oleh kebencian dan dendam itu merupakan perbuatan dosa dan maksiat kepada Allah Swt.

Karena itu Allah Swt. melarang manusia melakukan persekongkolan jahat, dosa, dan maksiat kepada Rasulullah .Allah Swt. memerintahkan kepada kaum beriman untuk tolong menolong dalam kebajikan dan takwa. Allah Swt. berfirman dalam surah Al-Mujadilah [58]: 9.

يَأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَنَاجَيْتُمْ فَلَا تَتَنَاجَوْا بِالْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَمَعْصِيَتِ الرَّسُوْلِ وَتَنَاجَوْا بِالْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي إِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ

Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu saling mengadakan pembicaraan rahasia, jangan- lah berbicara tentang perbuatan dosa, permusuh- an, dan durhaka kepada Rasul. Akan tetapi, berbi- caralah tentang perbuatan kebajikan dan takwa. Bertakwalah kepada Allah yang hanya kepada-Nya kamu akan dikumpulkan. (Qs. Al-Mujadilah [58]: 9)

Taawun atau tolong menolong bisa dan biasa dilakukan oleh manusia dalam kebaikan dan kejahatan. Motifnya bisa berbagai macam. Secara hukum, apabila seseorang menolong, membantu, atau memfasilitasi orang lain berbuat sesuatu, maka dia juga menanggung konsekuensi perbuatannya itu. Allah Swt. berfirman di dalam surah An-Nisa [4]: 85.

وَأْتُوا النِّسَاءَ صَدُقَتِهِنَّ نِحْلَةً فَإِنْ طِبْنَ لَكُمْ عَنْ شَيْءٍ مِّنْهُ نَفْسًا فَكُلُوهُ هَنِيئًا مَّرِيئًا

Berikanlah mahar kepada wanita (yang kamu ni- kahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan. Kemudian, jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari (mahar) itu dengan senang hati, terimalah dan nikmatilah pemberian itu dengan senang hati. (Qs. An-Nisa [4]: 85)

Sejalan dengan ayat tersebut, di dalam Hadis yang diriwayatkan Imam Muslim dari Jarir bin Abdullah r.a., Rasulullah bersabda:

مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ

"Barangsiapa yang membuat sunnah hasanah dalam Islam maka dia akan memperoleh pahala dan pahala orang yang mengikutinya, dengan tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa yang membuat sunnah sayyi'ah dalam Islam maka ia akan mendapatkan dosa dan dosa orang yang mengikutinya, dengan tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun" (HR Muslim).

Manusia bertakwa senantiasa menolong sesama dengan berbuat baik, meringankan penderitaan, menyelesaikan kesulitan, memudahkan urusan, menghilangkan duka dan perbuatan perbuatan yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya. Di dalam Hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Thobroni dari Jabir bin Abdullah, Rasulullah bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

Manusia yang terbaik adalah yang bermanfaat bagi sesama manusia.

Demikianlah panduan Alquran tentang karakter manusia bertakwa. Mereka adalah manusia yang rela menolong sesama dan kehadirannya bermanfaat bagi sesama manusia.

Allahu 'alam.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 01 Juni 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)