Cara Rasulullah SAW Didik Putra-Putrinya untuk Tak Banggakan Nasab
Tim langit 7
Jum'at, 17 Mei 2024 - 15:00 WIB
ilustrasi
Rasulullah SAW merupakan teladan abadi. Semua tingkah laku, perbuatan dan ucapannya menjadi contoh yang harus diteladani. Ia merupakan insan sempurna yang tidak memiliki kekurangan sama sekali.
Karenanya, tidak heran jika Allah swt menjadikannya sebagai nabi terbaik dari yang lainnya, makhluk termulia melebihi para malaikat-Nya.
Salah satu contoh yang harus dipetik oleh setiap orang saat ini dari Rasulullah adalah adalah bagaimana ia mengajarkan putra-putrinya untuk tidak bangga dengan nasab keturunannya.
Ia tidak pernah mengajarkan putra-putrinya untuk bangga dan sombong karena sudah terlahir menjadi anaknya. Bahkan ia murka andaikan ada dari salah satu keturunannya yang membanggakan diri karena sudah menjadi keturunannya.
Baca juga:Rayakan Idul Adha, Murid Muslim di UK Harus Izin Sekolah
Hal ini bisa kita lihat bersama, bagaimana Rasulullah mendidik keluarganya untuk tidak bangga dengan tingginya nasab.
Bahkan Rasulullah juga memperingati Sayyidah Fatimah untuk tidak bangga sekalipun terlahir sebagai putrinya.
Karenanya, tidak heran jika Allah swt menjadikannya sebagai nabi terbaik dari yang lainnya, makhluk termulia melebihi para malaikat-Nya.
Salah satu contoh yang harus dipetik oleh setiap orang saat ini dari Rasulullah adalah adalah bagaimana ia mengajarkan putra-putrinya untuk tidak bangga dengan nasab keturunannya.
Ia tidak pernah mengajarkan putra-putrinya untuk bangga dan sombong karena sudah terlahir menjadi anaknya. Bahkan ia murka andaikan ada dari salah satu keturunannya yang membanggakan diri karena sudah menjadi keturunannya.
Baca juga:Rayakan Idul Adha, Murid Muslim di UK Harus Izin Sekolah
Hal ini bisa kita lihat bersama, bagaimana Rasulullah mendidik keluarganya untuk tidak bangga dengan tingginya nasab.
Bahkan Rasulullah juga memperingati Sayyidah Fatimah untuk tidak bangga sekalipun terlahir sebagai putrinya.