Mendikbudristek Luncurkan Indonesian Heritage Agency dan Resmikan Museum Song Terus di Pacitan
Tim langit 7
Sabtu, 18 Mei 2024 - 06:00 WIB
Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim meresmikan Museum Song Terus di Pacitan, Jawa Timur, sebagai bagian dari rangkaian peluncuran Indonesian Heritage Agency.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim meresmikan Museum Song Terus di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Kamis (16/5/2024). Ini menjadi bagian dari rangkaian peluncuran Indonesian Heritage Agency.
”Kita memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang berlimpah, tetapi selama ini masih belum dikelola secara optimal. Melalui peresmian Museum Song Terus serta revitalisasi 17 museum, 1 galeri, dan 34 cagar budaya lainnya di Indonesia, kita tidak sekadar merawat benda-benda peninggalan masa lalu, tetapi menjadikannya sebagai sumber pengetahuan yang relevan dengan perkembangan zaman," kata Nadiem.
Museum Song Terus menyimpan jejak-jejak budaya dan perubahan lingkungan prasejarah Indonesia, khususnya yang berada di Kawasan Gunung Sewu. Adapun lebih dari 4.627 koleksi yang mencakup artefak dari zaman prasejarah hingga kehidupan tradisional masa kini dipamerkan dalam museum.
Museum ini dikelola Kemendikbudristek melalui Badan Layanan Umum (BLU) Museum dan Cagar Budaya yang juga disebut dengan Indonesian Heritage Agency (IHA). Dalam satu tahun sejak berdirinya, Museum Song Terus telah mengembangkan koleksinya menjadi sumber pengetahuan yang luas untuk pelajar, peneliti, dan komunitas penggiat budaya. Hal ini sejalan dengan misi Indonesian Heritage Agency untuk menjadikan museum yang berkelas dunia.
Baca juga:ITS Luncurkan Prodi S1 Bisnis Digital, Kuotanya 50 Mahasiswa
Dengan lokasinya yang strategis dan berdekatan dengan situs asal koleksi, Museum Song Terus menawarkan kesempatan unik kepada masyarakat untuk mempelajari dan mengapresiasi sejarah dan budaya lokal dalam konteks yang otentik. Diimbangi dengan gaya bangunan modern yang selaras dengan topografi alam sekitar, museum ini menciptakan sinergi antara keindahan alam dan inovasi arsitektural.
Untuk itu, Kemendikbudristek mendorong Museum Song Terus agar terus melakukan pelayanan publik yang berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui upaya untuk membuat museum lebih aksesibel dan menarik bagi publik, salah satunya dengan memperkenalkan tata pamer yang menggunakan teknologi terkini dan arsitektur yang selaras dengan lingkungan. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan pengalaman pengunjung dan memperkuat peran Museum Song Terus sebagai pusat edukasi dan budaya di Pacitan.
”Kita memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang berlimpah, tetapi selama ini masih belum dikelola secara optimal. Melalui peresmian Museum Song Terus serta revitalisasi 17 museum, 1 galeri, dan 34 cagar budaya lainnya di Indonesia, kita tidak sekadar merawat benda-benda peninggalan masa lalu, tetapi menjadikannya sebagai sumber pengetahuan yang relevan dengan perkembangan zaman," kata Nadiem.
Museum Song Terus menyimpan jejak-jejak budaya dan perubahan lingkungan prasejarah Indonesia, khususnya yang berada di Kawasan Gunung Sewu. Adapun lebih dari 4.627 koleksi yang mencakup artefak dari zaman prasejarah hingga kehidupan tradisional masa kini dipamerkan dalam museum.
Museum ini dikelola Kemendikbudristek melalui Badan Layanan Umum (BLU) Museum dan Cagar Budaya yang juga disebut dengan Indonesian Heritage Agency (IHA). Dalam satu tahun sejak berdirinya, Museum Song Terus telah mengembangkan koleksinya menjadi sumber pengetahuan yang luas untuk pelajar, peneliti, dan komunitas penggiat budaya. Hal ini sejalan dengan misi Indonesian Heritage Agency untuk menjadikan museum yang berkelas dunia.
Baca juga:ITS Luncurkan Prodi S1 Bisnis Digital, Kuotanya 50 Mahasiswa
Dengan lokasinya yang strategis dan berdekatan dengan situs asal koleksi, Museum Song Terus menawarkan kesempatan unik kepada masyarakat untuk mempelajari dan mengapresiasi sejarah dan budaya lokal dalam konteks yang otentik. Diimbangi dengan gaya bangunan modern yang selaras dengan topografi alam sekitar, museum ini menciptakan sinergi antara keindahan alam dan inovasi arsitektural.
Untuk itu, Kemendikbudristek mendorong Museum Song Terus agar terus melakukan pelayanan publik yang berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui upaya untuk membuat museum lebih aksesibel dan menarik bagi publik, salah satunya dengan memperkenalkan tata pamer yang menggunakan teknologi terkini dan arsitektur yang selaras dengan lingkungan. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan pengalaman pengunjung dan memperkuat peran Museum Song Terus sebagai pusat edukasi dan budaya di Pacitan.