Sastra Masuk Kurikulum, Kemdikbudristek Siapkan Alat Bantu
Lusi mahgriefie
Senin, 20 Mei 2024 - 22:00 WIB
Kemdikbudristek meluncurkan program Sastra Masuk Kurikulum Merdeka, Senin (20/4/2024).
Peluncuran program sastra masuk kurikulum telah digelar. Harapannya adalah mampu mendukung pendidikan karakter para murid sekolah yang didasari dari pengalaman membaca karya sastra.
“Karya sastra juga menjadi potensi sebagai wahana pendidikan karakter, dan dalam membangun karakter tidak hanya fokus pada konten buku akademik saja,” jelas Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Anindito Aditomo, dalam peluncuran program Sastra Masuk Kurikulum di kanal Youtube Kemdikbud RI, Senin (20/5/20024).
Ia berharap agar para guru dan orangtua dapat memanfaatkan karya-karya sastra dan kurikukum Merdeka.
Baca juga:Kemdikbudristek Luncurkan Sastra Masuk Kurikulum
Anindito mengimbau agar guru dan orangtua bisa menggunakan berbagai alat bantu yang sudah disediakan Kemendikbudristek. Mulai dari rekomendasi buku tiap jenjang, panduan pembelajaran sampai modul-modul ajar sastra masuk kurikulum.
“Selamat mengeksplorasi semua perangkat tersebut dan memandu murid dan anak kita semua untuk belajar melalui karya sastra,” ujarnya.
Saat ini, lanjutnya sudah ada 177 buku yang disiapkan untuk dapat dipakai di sekolah. Ke-177 karya sastra ini mulai dari novel, cerita pendek, puisi, dan non-fiksi.
“Karya sastra juga menjadi potensi sebagai wahana pendidikan karakter, dan dalam membangun karakter tidak hanya fokus pada konten buku akademik saja,” jelas Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Anindito Aditomo, dalam peluncuran program Sastra Masuk Kurikulum di kanal Youtube Kemdikbud RI, Senin (20/5/20024).
Ia berharap agar para guru dan orangtua dapat memanfaatkan karya-karya sastra dan kurikukum Merdeka.
Baca juga:Kemdikbudristek Luncurkan Sastra Masuk Kurikulum
Anindito mengimbau agar guru dan orangtua bisa menggunakan berbagai alat bantu yang sudah disediakan Kemendikbudristek. Mulai dari rekomendasi buku tiap jenjang, panduan pembelajaran sampai modul-modul ajar sastra masuk kurikulum.
“Selamat mengeksplorasi semua perangkat tersebut dan memandu murid dan anak kita semua untuk belajar melalui karya sastra,” ujarnya.
Saat ini, lanjutnya sudah ada 177 buku yang disiapkan untuk dapat dipakai di sekolah. Ke-177 karya sastra ini mulai dari novel, cerita pendek, puisi, dan non-fiksi.