Ketua MUI Ajak Generasi Muda Mencintai Seni yang berangkat dari Nilai-nilai Agama
Tim langit 7
Senin, 10 Juni 2024 - 12:49 WIB
Ketua MUI Ajak Generasi Muda Mencintai Seni yang berangkat dari Nilai-nilai Agama
LANGIT7.ID-, Majalengka- - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Seni Budaya dan Peradaban Islam KH Jeje Zaenudin mengajak generasi muda untuk mencintai seni yang berangkat dari nilai-nilai agama.
Ajakan ini disampaikan oleh Kiai Jeje saat menjadi keynote speaker dalam kegiatan Workshop Kaligrafi, Sabtu (8/6/2024) di Pondok Pesantren Santi Asromo, Majalengka, Jawa Barat.
"Kita mengajak generasi muda dan remaja (untuk) mencintai seni yang berangkat dari nilai-nilai agama," kata Kiai Jeje.
Kiai Jeje menjelaskan, seni merupakan fitrah naluriah manusia. Sementara generasi remaja, berada di fase mencari identitas diri yang sangat dipengaruhi oleh dorongan jiwa seni.
Oleh karena itu, Kiai Jeje menilai, kegiatan ini sangat penting. Terlebih lagi diiringi dengan program Remaja Bertanya, Ulama Menjawab Seputar Seni Budaya.
Kiai Jeje menekankan, kegiatan ini untuk mengarahkan dan memberikan pemahaman yang baik serta paradigma yang benar terkait dengan seni.
"Kalau tidak diarahkan dan diberikan pemahaman yang baik (serta) paradigma yang benar tentang seni, akan dipengaruhi oleh pemahaman seni yang merusak," jelasnya.
Ajakan ini disampaikan oleh Kiai Jeje saat menjadi keynote speaker dalam kegiatan Workshop Kaligrafi, Sabtu (8/6/2024) di Pondok Pesantren Santi Asromo, Majalengka, Jawa Barat.
"Kita mengajak generasi muda dan remaja (untuk) mencintai seni yang berangkat dari nilai-nilai agama," kata Kiai Jeje.
Kiai Jeje menjelaskan, seni merupakan fitrah naluriah manusia. Sementara generasi remaja, berada di fase mencari identitas diri yang sangat dipengaruhi oleh dorongan jiwa seni.
Oleh karena itu, Kiai Jeje menilai, kegiatan ini sangat penting. Terlebih lagi diiringi dengan program Remaja Bertanya, Ulama Menjawab Seputar Seni Budaya.
Kiai Jeje menekankan, kegiatan ini untuk mengarahkan dan memberikan pemahaman yang baik serta paradigma yang benar terkait dengan seni.
"Kalau tidak diarahkan dan diberikan pemahaman yang baik (serta) paradigma yang benar tentang seni, akan dipengaruhi oleh pemahaman seni yang merusak," jelasnya.