Menceritakan Perjuangan Rasulullah SAW Latih Daya Imajinasi Anak
Muhajirin
Selasa, 07 September 2021 - 15:02 WIB
ilustrasi orang tua mendongeng kepada anak (foto: langit7.id/istock)
Orang tua harus memahami cara melatih imajinasi anak untuk menumbuhkan potensi besar dalam diri mereka. Salah satu cara paling tepat adalah membacakan kisah-kisah perjuangan Rasulullah SAW, para sahabat beliau, dan kisah heroik pejuang Islam terdahulu.
Dokter Pakar Neuroparenting Aisah Dahlan menjelaskan tata cara melatih imajinasi anak. Imajinasi merupakan ruang bebas tanpa aturan. Anak kadang memiliki imajinasi tanpa sekat yang tak masuk akal bagi orang dewasa.
Namun itu harus dimaklumi, dunia anak adalah dunia imajinasi. Imajinasi memiliki peran penting bagi perkembangan anak. Melalui imajinasi, anak bisa terampil bersosialisasi, berpikir kreatif, menganalisa, anak lebih percaya diri, mandiri, dan bisa bersaing.
Menurut dr Aisah, otak manusia terbagi menjadia dua bagian. Ada otak besar dan otak kecil. Kemudian terbagi lagi menjadi otak kanan dn otak kiri.
Otak kiri dianggap lebih baik untuk mengerjakan tugas-tugas yang melibatkan logika, bahasa, dan pemikiran analitis. Orang yang dominan menggunakan otak kiri digambarkan sebagai orang yang lebih ahli dalam bahasa seperti menulis dan membaca, matematika, analisis, dan pemikiran berdasarkan fakta.
Sementara otak kanan dinilai lebih baik untuk mengerjakan hal-hal yang berkaitan dengan kreativitas. Orang yang dominan menggunakan otak kanan digambarkan lebih mahir dalam hal seni, music, visual atau gambar, pemikiran berdasarkan intiusi, isyarat nonverbal, dan imajinasi.
“Ini sudah diteliti sejak tahun 60-an,” kata dr Aisah dalam kanal youtube Mafa mumtaz, dikutip Selasa (7/9/2021).
Dokter Pakar Neuroparenting Aisah Dahlan menjelaskan tata cara melatih imajinasi anak. Imajinasi merupakan ruang bebas tanpa aturan. Anak kadang memiliki imajinasi tanpa sekat yang tak masuk akal bagi orang dewasa.
Namun itu harus dimaklumi, dunia anak adalah dunia imajinasi. Imajinasi memiliki peran penting bagi perkembangan anak. Melalui imajinasi, anak bisa terampil bersosialisasi, berpikir kreatif, menganalisa, anak lebih percaya diri, mandiri, dan bisa bersaing.
Menurut dr Aisah, otak manusia terbagi menjadia dua bagian. Ada otak besar dan otak kecil. Kemudian terbagi lagi menjadi otak kanan dn otak kiri.
Otak kiri dianggap lebih baik untuk mengerjakan tugas-tugas yang melibatkan logika, bahasa, dan pemikiran analitis. Orang yang dominan menggunakan otak kiri digambarkan sebagai orang yang lebih ahli dalam bahasa seperti menulis dan membaca, matematika, analisis, dan pemikiran berdasarkan fakta.
Sementara otak kanan dinilai lebih baik untuk mengerjakan hal-hal yang berkaitan dengan kreativitas. Orang yang dominan menggunakan otak kanan digambarkan lebih mahir dalam hal seni, music, visual atau gambar, pemikiran berdasarkan intiusi, isyarat nonverbal, dan imajinasi.
“Ini sudah diteliti sejak tahun 60-an,” kata dr Aisah dalam kanal youtube Mafa mumtaz, dikutip Selasa (7/9/2021).