home edukasi & pesantren

Merawat Nilai-Nilai Kemabruran dalam Ibadah Haji

Senin, 17 Juni 2024 - 10:00 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. Foto/dok
Jutaan jamaah haji dari seluruh dunia termasuk Indonesia telah melaksanakan prosesi wukuf di Arafah. Waktu wukuf di Arafah dimulai setelah tergelincirnya matahari (waktu Zuhur) pada hari Arafah.

Sebagai bagian dari puncak ibadah haji, sebagai mana hadis Nabi bahwa haji itu arafah.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan dalam proses wukuf di Arafah, segenap jiwa raga menundukkan diri secara total di hadapan Allah SWT yang maha segalanya.

Bahkan dengan tangisan lahir dari hati dan jiwa yang terdalam, dengan seluruh kepasrahan semuanya menundukkan diri untuk menjadi hamba Allah yang mabrur sebagaimana tujuan dari idealisasi berhaji dan ibadah haji.

Baca juga:Catatan Singkat dari Padang Arafah

Setelah wukuf akan terus dilakukan proses ibadah haji yakni Muzdalifah di Mina dan hingga kembali ke Mekkah, sampai dituntaskan dalam tawaf wada.

“Maka saatnya lah dalam suasana penuh pengabdian dan kepasarahan ini setiap jamaah dapat menjadikan prosesi ibadah haji ini menjadi haji yang mabrur. Dan setiap jamaah haji ingin menjadi haji yang mabrur,”tutur Haedar pada Sabtu (15/6).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
haji mabrur ibadah haji ketum pp muhammadiyah haedar nashir
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya