Solat Ied Bersama Jama'ah NUMUH
Tim langit 7
Senin, 17 Juni 2024 - 15:52 WIB
Solat Ied Bersama Jama'ah NUMUH
Catatan Nurhamid Alfi
NUMUH adalah singkatan dari NU-Muhammadiyah. Jadi bukan campuran Nasi Uduk Mie Urap Tahu seperti yang saat ini lagi nge-trend di komunitas penggemar kuliner Bekasi.
Entah ide dari siapa momen ini terjadi. Sholat Idul Adha bersama jama'ah NU dan Muhammadiyah, tahun 1445 H bertepatan dengan 17 Juni 2024 M, di Grand Wisata Bekasi. Sengaja saya tulis tahunnya secara jelas, karena ini tonggak sejarah penyelenggaraan secara resmi dari dua organisasi terbesar tingkat Ranting yang saling mengisi dan tidak tumpang-tindih. Logo dari kedua organisasi itu terpampang jelas pada background spanduk.
Pengurus Ranting Istimewa (PRINU) bersama Pengurus Ranting Muhammadiyah (PRM) Grand Wisata Bekasi. Sejatinya penyelenggaraan sholat Ied di Grand Wisata terbagi menjadi tiga tempat. Dua tempat lagi ada di Masjid Citrus Garden dan Masjid Jami' Izzatul Islam.
Warga Muslim Grand Wisata akhir-akhir ini memang dimanjakan dengan berbagai fasilitas penyelenggaraan kegiatan keagamaan setelah berdirinya PRINU, PRM dan Masjid Jami' Izzatul Islam. Saya sendiri penasaran ikut menikmati jalannya prosesi Idul Adha jama'ah NUMUH yang mendatangkan khotib KH. MZ Fadlan Garamatan dari Papua itu.
"Tradisi" NU dan Muhammadiyah dalam sholat Ied yang biasanya terlaksana secara berbeda terpadu sangat harmonis. Bertempat di Tanah Lapang sebagai tradisi Muhammadiyah tetapi gema bertakbir "bergaya" NU. Penceramahnya dari NU tetapi tata-caranya menganut Muhammadiyah karena hanya satu kali khutbah.
NUMUH adalah singkatan dari NU-Muhammadiyah. Jadi bukan campuran Nasi Uduk Mie Urap Tahu seperti yang saat ini lagi nge-trend di komunitas penggemar kuliner Bekasi.
Entah ide dari siapa momen ini terjadi. Sholat Idul Adha bersama jama'ah NU dan Muhammadiyah, tahun 1445 H bertepatan dengan 17 Juni 2024 M, di Grand Wisata Bekasi. Sengaja saya tulis tahunnya secara jelas, karena ini tonggak sejarah penyelenggaraan secara resmi dari dua organisasi terbesar tingkat Ranting yang saling mengisi dan tidak tumpang-tindih. Logo dari kedua organisasi itu terpampang jelas pada background spanduk.
Pengurus Ranting Istimewa (PRINU) bersama Pengurus Ranting Muhammadiyah (PRM) Grand Wisata Bekasi. Sejatinya penyelenggaraan sholat Ied di Grand Wisata terbagi menjadi tiga tempat. Dua tempat lagi ada di Masjid Citrus Garden dan Masjid Jami' Izzatul Islam.
Warga Muslim Grand Wisata akhir-akhir ini memang dimanjakan dengan berbagai fasilitas penyelenggaraan kegiatan keagamaan setelah berdirinya PRINU, PRM dan Masjid Jami' Izzatul Islam. Saya sendiri penasaran ikut menikmati jalannya prosesi Idul Adha jama'ah NUMUH yang mendatangkan khotib KH. MZ Fadlan Garamatan dari Papua itu.
"Tradisi" NU dan Muhammadiyah dalam sholat Ied yang biasanya terlaksana secara berbeda terpadu sangat harmonis. Bertempat di Tanah Lapang sebagai tradisi Muhammadiyah tetapi gema bertakbir "bergaya" NU. Penceramahnya dari NU tetapi tata-caranya menganut Muhammadiyah karena hanya satu kali khutbah.