Jebolan Fisika UI Sempat Dikira Anggota Jaringan Al-Qaeda karena Lama Tinggal di Masjid
Esti setiyowati
Jum'at, 05 Juli 2024 - 06:00 WIB
Aly Ilyas, pria asal Kudus yang tengah menyelesaikan pendidikan S3 di Universitas Leeds, West Yorkshire, Inggris
Takmir masjid memiliki tanggung jawab yang besar yaitu sebagai pengawas sekaligus pengurus masjid. Ia juga berperan dalam menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamaan jamaah masjid. Karenanya, seorang takmir masjid banyak menghabiskan waktunya di masjid.
Penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Aly Ilyas menceritakan pada Langit7.id sempat menjadi mengemban tugas sebagai takmir masjid di SMK Negeri 7 Semarang. Ia mengaku mengurus dan mengawasi masjid selama 3,5 tahun.
"Di semester 2 saya diminta oleh komite sekolah untuk menjadi anggota tim takmir masjid sekolah, dan kehidupan saya mulai berubah sejak saat itu," ungkap Aly Ilyas yang menyelesaikan pendidikan masternya di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia.
Selama mengemban tugas sebagai takmir masjid, hari-hari Aly banyak dihabiskan di lingkungan masjid. Namun, hal itu malah memunculkan anggapan dan gosip miring bahwa Aly merupakan pengikut aliran sesat dan anggota jaringan Al-Qaeda.
Baca juga:Ucapan Guru Ngaji Bawa Aly Ilyas Raih Beasiswa S3 ke Universitas Leeds di Inggris
"Ini terjadi di 6 bulan pertama sekolah SMK. Saat itu memang masih santer isu-isu tentang aktivitas terorisme. Isu ini muncul ketika bulan puasa. Saat itu saya biasanya pulang ke rumah seminggu sekali namun ketika bulan puasa saya memutuskan untuk pulang ketika lebaran saja, karena takut batal puasanya akibat perjalanan," kata Aly yang kini tengah menempuh pendidikan S3 di Universitas Leeds, Inggris.
Awal isu Aly masuk Al-Qaeda disebabkan salah persepsi dari salah satu kawan kosnya. Kala itu, Aly selalu tidur di masjid dan tidak pulang hingga pagi hari. Kecurigaan teman Aly mulai muncul, hingga menyangkanya ikut aliran tertentu.
Penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Aly Ilyas menceritakan pada Langit7.id sempat menjadi mengemban tugas sebagai takmir masjid di SMK Negeri 7 Semarang. Ia mengaku mengurus dan mengawasi masjid selama 3,5 tahun.
"Di semester 2 saya diminta oleh komite sekolah untuk menjadi anggota tim takmir masjid sekolah, dan kehidupan saya mulai berubah sejak saat itu," ungkap Aly Ilyas yang menyelesaikan pendidikan masternya di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia.
Selama mengemban tugas sebagai takmir masjid, hari-hari Aly banyak dihabiskan di lingkungan masjid. Namun, hal itu malah memunculkan anggapan dan gosip miring bahwa Aly merupakan pengikut aliran sesat dan anggota jaringan Al-Qaeda.
Baca juga:Ucapan Guru Ngaji Bawa Aly Ilyas Raih Beasiswa S3 ke Universitas Leeds di Inggris
"Ini terjadi di 6 bulan pertama sekolah SMK. Saat itu memang masih santer isu-isu tentang aktivitas terorisme. Isu ini muncul ketika bulan puasa. Saat itu saya biasanya pulang ke rumah seminggu sekali namun ketika bulan puasa saya memutuskan untuk pulang ketika lebaran saja, karena takut batal puasanya akibat perjalanan," kata Aly yang kini tengah menempuh pendidikan S3 di Universitas Leeds, Inggris.
Awal isu Aly masuk Al-Qaeda disebabkan salah persepsi dari salah satu kawan kosnya. Kala itu, Aly selalu tidur di masjid dan tidak pulang hingga pagi hari. Kecurigaan teman Aly mulai muncul, hingga menyangkanya ikut aliran tertentu.