Ngeri, 10 Juta Generasi Muda Tidak Bekerja
Tim langit 7
Jum'at, 19 Juli 2024 - 09:37 WIB
Ngeri, 10 Juta Generasi Muda Tidak Bekerja
LANGIT7.ID-Jakarta; Meskipun lulus dari universitas terkemuka di Indonesia dengan gelar master dalam hubungan internasional, Indira Cader, 25, merasakan pasar kerja “sangat sulit”.
“Saya sudah punya pengalaman kerja dan gelar master, bahkan saya kesulitan mencari pekerjaan,” ujarnya.
Setelah berbulan-bulan mencari pekerjaan, Ibu Cader tidak melihat adanya keberhasilan, sebuah tantangan yang dihadapi oleh banyak anak muda lainnya di Indonesia.
Karena Indonesia bertujuan untuk menjadi salah satu negara dengan perekonomian terbesar di dunia pada tahun 2045 – sebuah visi yang dijuluki “Indonesia Emas” atau “Indonesia Emas” – terdapat tekanan yang signifikan terhadap generasi muda untuk mendorong perekonomian negara dalam 10 hingga 20 tahun ke depan.
Namun, survei nasional baru-baru ini menemukan bahwa hampir 10 juta generasi muda Indonesia tidak bekerja, tidak mengikuti pelatihan, atau belajar.
Tingkat pengangguran bagi penduduk berusia antara 15 dan 24 tahun adalah 22,3 persen dibandingkan dengan 4,8 persen pada populasi yang lebih luas. Jadi, apa yang salah?
Kesalahpahaman seputar Gen Z
“Saya sudah punya pengalaman kerja dan gelar master, bahkan saya kesulitan mencari pekerjaan,” ujarnya.
Setelah berbulan-bulan mencari pekerjaan, Ibu Cader tidak melihat adanya keberhasilan, sebuah tantangan yang dihadapi oleh banyak anak muda lainnya di Indonesia.
Karena Indonesia bertujuan untuk menjadi salah satu negara dengan perekonomian terbesar di dunia pada tahun 2045 – sebuah visi yang dijuluki “Indonesia Emas” atau “Indonesia Emas” – terdapat tekanan yang signifikan terhadap generasi muda untuk mendorong perekonomian negara dalam 10 hingga 20 tahun ke depan.
Namun, survei nasional baru-baru ini menemukan bahwa hampir 10 juta generasi muda Indonesia tidak bekerja, tidak mengikuti pelatihan, atau belajar.
Tingkat pengangguran bagi penduduk berusia antara 15 dan 24 tahun adalah 22,3 persen dibandingkan dengan 4,8 persen pada populasi yang lebih luas. Jadi, apa yang salah?
Kesalahpahaman seputar Gen Z