Deforestasi Indonesia Turun Hingga 75 Persen, Terendah Sepanjang Sejarah
Mahmuda attar hussein
Rabu, 08 September 2021 - 21:54 WIB
Ilustrasi deporestasi hutan Indonesia. Foto: Langit7/Istock
Kebutuhan lahan pembangunan dan kegiatan sektor lainnya terus berkembang secara dinamis. Sehingga, hal tersebut berpengaruh terhadap kondisi tutupan lahan dari waktu ke waktu.
Untuk itu, pengelolaan lahan terkait kebutuhan pembangunan perlu diperhatikan dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup.
Guna mengetahui keberadaan dan luas tutupan lahan berhutan mau pun tidak berhutan, termasuk yang berada di dalam dan di luar kawasan hutan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), melakukan pemantauan hutan dan deforestasi secara periodik setiap tahun.
Baca juga:Layanan e-Commerce Ini Dorong Pemulihan Bisnis UMKM dan Ekonomi Lokal
Sebagai informasi, deforestasi merupakan perubahan kondisi penutupan lahan dari kelas penutupan lahan kategori hutan (berhutan) menjadi kelas penutupan lahan dengan kategori non hutan (tidak berhutan).
Deforestasi juga berhubungan erat dengan data penutupan lahan, di mana perkembangan sistem pamantauan penutupan lahan sangat berpengaruh terhadap penghitungan deforestasi.
Mewakili Menteri KLHK Siti Nurbaya, Direktur Jenderal Planalogi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Ruandha Agung Sugardiman mengatakan pemantauan hutan dan deforestasi dilakukan di seluruh daratan Indonesia seluas 180 juta hektar.
Untuk itu, pengelolaan lahan terkait kebutuhan pembangunan perlu diperhatikan dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup.
Guna mengetahui keberadaan dan luas tutupan lahan berhutan mau pun tidak berhutan, termasuk yang berada di dalam dan di luar kawasan hutan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), melakukan pemantauan hutan dan deforestasi secara periodik setiap tahun.
Baca juga:Layanan e-Commerce Ini Dorong Pemulihan Bisnis UMKM dan Ekonomi Lokal
Sebagai informasi, deforestasi merupakan perubahan kondisi penutupan lahan dari kelas penutupan lahan kategori hutan (berhutan) menjadi kelas penutupan lahan dengan kategori non hutan (tidak berhutan).
Deforestasi juga berhubungan erat dengan data penutupan lahan, di mana perkembangan sistem pamantauan penutupan lahan sangat berpengaruh terhadap penghitungan deforestasi.
Mewakili Menteri KLHK Siti Nurbaya, Direktur Jenderal Planalogi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Ruandha Agung Sugardiman mengatakan pemantauan hutan dan deforestasi dilakukan di seluruh daratan Indonesia seluas 180 juta hektar.