Gelombang Protes Melanda Tel Aviv: Warga Israel Geram atas Naiknya Yahya Sinwar sebagai Pemimpin Hamas
Nabil
Kamis, 08 Agustus 2024 - 06:42 WIB
Gelombang Protes Melanda Tel Aviv: Warga Israel Geram atas Naiknya Yahya Sinwar sebagai Pemimpin Hamas
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Rakyat Israel mengecam keras pemimpin baru Hamas, Yahya Sinwar, pada hari Rabu. Beberapa berharap dia akan bernasib sama seperti pendahulunya yang tewas minggu lalu.
Di dekat Alun-alun Dizengoff Tel Aviv, yang air mancurnya dikelilingi penghormatan untuk sandera Gaza dan korban perang Israel, pengangkatan Sinwar disambut dengan kegelisahan.
Kepala Hamas Gaza, yang diduga sebagai otak serangan 7 Oktober, diangkat sebagai pemimpin gerakan itu pada Selasa malam setelah tewasnya Ismail Haniyeh di Tehran.
"Pilihan ini sudah menjelaskan segalanya," ujar Hanan, manajer perusahaan logistik, yang tidak ingin menyebutkan nama keluarganya.
"Artinya mereka memilih Sinwar dan tidak merasa perlu mencari seseorang yang kurang militan, seseorang dengan pendekatan yang tidak sebrutal ini."
"Saya sangat berharap masa depannya akan sama seperti pendahulunya, dan itu terjadi segera," tambahnya.
Sinwar yang misterius, yang tidak terlihat sejak 7 Oktober, muncul sebagai pemimpin kelompok Palestina itu 10 bulan setelah perang Israel-Hamas dimulai.
Di dekat Alun-alun Dizengoff Tel Aviv, yang air mancurnya dikelilingi penghormatan untuk sandera Gaza dan korban perang Israel, pengangkatan Sinwar disambut dengan kegelisahan.
Kepala Hamas Gaza, yang diduga sebagai otak serangan 7 Oktober, diangkat sebagai pemimpin gerakan itu pada Selasa malam setelah tewasnya Ismail Haniyeh di Tehran.
"Pilihan ini sudah menjelaskan segalanya," ujar Hanan, manajer perusahaan logistik, yang tidak ingin menyebutkan nama keluarganya.
"Artinya mereka memilih Sinwar dan tidak merasa perlu mencari seseorang yang kurang militan, seseorang dengan pendekatan yang tidak sebrutal ini."
"Saya sangat berharap masa depannya akan sama seperti pendahulunya, dan itu terjadi segera," tambahnya.
Sinwar yang misterius, yang tidak terlihat sejak 7 Oktober, muncul sebagai pemimpin kelompok Palestina itu 10 bulan setelah perang Israel-Hamas dimulai.