Manfaatkan AI, Doktor ITS Kembangkan Metode Pengenalan Aktivitas Manusia
Tim langit 7
Kamis, 15 Agustus 2024 - 08:00 WIB
Dr Ir Endang Sri Rahayu MKom.
Doktor baru lulusan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Dr Ir Endang Sri Rahayu MKom menginovasikan metode untuk mengenali aktivitas manusia melalui pengamatan titik-titik sendi menggunakan Deep Convolutional Neural Network (DCNN) yang merupakan salah satu metode dalam Artificial Intelligence (AI).
Dalam sidang terbuka promosi doktor yang digelar di Departemen Teknik Elektro ITS, Senin (12/8), Endang menekankan pentingnya penelitian untuk mengenali aktivitas manusia. Di antaranya dalam mendukung proses rehabilitasi medis, monitoring aktivitas lansia, hingga pengembangan gerakan robot cerdas.
“Agar dapat menyelesaikan berbagai aktivitas manusia, penelitian perlu dikembangkan melalui beragam metode untuk memperoleh akurasi tinggi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Endang mengungkapkan bahwa pengenalan aktivitas manusia cukup penting dalam bidang kesehatan karena dapat mengamati gerakan-gerakan abnormal seseorang. Gerakan-gerakan manusia yang abnormal tersebut berpotensi menjadi salah satu indikator untuk mengamati risiko penyakit pada manusia, khususnya lansia. “Dengan begitu, penelitian terkait pengamatan aktivitas manusia menjadi penting,” ucap dosen Teknik Elektro Universitas Jayabaya, Jakarta ini.
Baca juga:Teknologi AI Bukan Ancaman Dunia Pendidikan, Malah Bantu Guru Wujudkan Kurikulum Merdeka
Berangkat dari permasalahan tersebut, pemaparan pada penelitian berjudul Model Kombinasi Pergeseran Sudut Sendi dengan Deep Learning untuk Mengenali Aktivitas Manusia yang merupakan bagian dari disertasi Endang ini bertujuan untuk mengenali aktivitas manusia berdasarkan ekstraksi fitur sendi. “Penelitian ini menganalisis posisi sendi menggunakan model DCNN,” ungkap perempuan kelahiran Jombang, 27 April 1965 tersebut.
Memanfaatkan kumpulan data Florence 3D Actions, penelitian ini mengamati 15 titik sendi yang ada pada manusia, termasuk kepala, bahu, dan pergelangan kaki yang akan menjadi indikator gerakan manusia. Sendi dipilih menjadi indikator gerak karena sendi merupakan penghubung antarrangka manusia yang bergerak mengikuti pola aktivitas manusia. “Sehingga, sendi merupakan indikator yang tepat karena posisi titik sendi merepresentasikan pola aktivitas manusia,” papar alumnus S1 Teknik Elektro ITS ini.
Dalam sidang terbuka promosi doktor yang digelar di Departemen Teknik Elektro ITS, Senin (12/8), Endang menekankan pentingnya penelitian untuk mengenali aktivitas manusia. Di antaranya dalam mendukung proses rehabilitasi medis, monitoring aktivitas lansia, hingga pengembangan gerakan robot cerdas.
“Agar dapat menyelesaikan berbagai aktivitas manusia, penelitian perlu dikembangkan melalui beragam metode untuk memperoleh akurasi tinggi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Endang mengungkapkan bahwa pengenalan aktivitas manusia cukup penting dalam bidang kesehatan karena dapat mengamati gerakan-gerakan abnormal seseorang. Gerakan-gerakan manusia yang abnormal tersebut berpotensi menjadi salah satu indikator untuk mengamati risiko penyakit pada manusia, khususnya lansia. “Dengan begitu, penelitian terkait pengamatan aktivitas manusia menjadi penting,” ucap dosen Teknik Elektro Universitas Jayabaya, Jakarta ini.
Baca juga:Teknologi AI Bukan Ancaman Dunia Pendidikan, Malah Bantu Guru Wujudkan Kurikulum Merdeka
Berangkat dari permasalahan tersebut, pemaparan pada penelitian berjudul Model Kombinasi Pergeseran Sudut Sendi dengan Deep Learning untuk Mengenali Aktivitas Manusia yang merupakan bagian dari disertasi Endang ini bertujuan untuk mengenali aktivitas manusia berdasarkan ekstraksi fitur sendi. “Penelitian ini menganalisis posisi sendi menggunakan model DCNN,” ungkap perempuan kelahiran Jombang, 27 April 1965 tersebut.
Memanfaatkan kumpulan data Florence 3D Actions, penelitian ini mengamati 15 titik sendi yang ada pada manusia, termasuk kepala, bahu, dan pergelangan kaki yang akan menjadi indikator gerakan manusia. Sendi dipilih menjadi indikator gerak karena sendi merupakan penghubung antarrangka manusia yang bergerak mengikuti pola aktivitas manusia. “Sehingga, sendi merupakan indikator yang tepat karena posisi titik sendi merepresentasikan pola aktivitas manusia,” papar alumnus S1 Teknik Elektro ITS ini.