home edukasi & pesantren

PTKIN Siap Bersaing, Kemenag Rancang Strategi Rebranding Revolusioner

Selasa, 20 Agustus 2024 - 11:27 WIB
PTKIN Siap Bersaing, Kemenag Rancang Strategi Rebranding Revolusioner
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Forum Grup Diskusi (FGD) di Jakarta, Jumat (16/8/2024), untuk membahas strategi rebranding dan pengembangan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Acara ini dipimpin oleh Dirjen Pendidikan Islam, Abu Rokhmad, bersama jajaran Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis).

FGD ini menghadirkan beberapa tokoh penting, termasuk mantan pejabat Kemenag dan pakar pendidikan. Abu Rokhmad menekankan pentingnya masukan dari para pendahulu untuk meningkatkan kualitas PTKIN. "Rebranding ini merupakan upaya untuk memperkuat posisi PTKIN agar mampu bersaing dengan perguruan tinggi umum," ujarnya, dikutip Selasa (20/8/2024).

Hasanuddin Ali, Staf Ahli Menteri Agama dan peneliti Alvara Research Center, menyoroti pentingnya memahami target pasar PTKIN. Ia menekankan perlunya strategi yang lebih inklusif untuk menarik minat siswa SMA, tidak hanya fokus pada siswa MA.

Ahmad Zainul Hamdi, Direktur Diktis, menyambut baik kontribusi para senior dalam diskusi ini. Ia berharap masukan tersebut dapat membantu dalam merumuskan kebijakan rebranding PTKIN yang lebih efektif.

Muhammad Ali Ramdhani, Sekretaris Jenderal Kemenag, menekankan pentingnya memperhatikan nomenklatur dalam proses rebranding. Ia menyarankan agar branding PTKIN mencakup berbagai disiplin ilmu, tidak terbatas pada program studi keagamaan saja.

Kamaruddin Amin, mantan Dirjen Pendidikan Islam yang kini menjabat sebagai Dirjen Bimas Islam, mengingatkan bahwa rebranding harus diikuti dengan peningkatan kualitas yang nyata. Ia juga menekankan pentingnya tata kelola yang baik dalam proses ini.

Dede Rosyada, mantan Direktur Diktis, menggarisbawahi pentingnya publikasi untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap PTKIN. Ia meyakini bahwa pengelolaan yang baik akan menghasilkan lulusan berkualitas, terlepas dari program studi yang diambil.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya