LANGIT7.ID-, Jakarta- - Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Forum Grup Diskusi (FGD) di Jakarta, Jumat (16/8/2024), untuk membahas strategi rebranding dan pengembangan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Acara ini dipimpin oleh Dirjen Pendidikan Islam, Abu Rokhmad, bersama jajaran Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis).
FGD ini menghadirkan beberapa tokoh penting, termasuk mantan pejabat Kemenag dan pakar pendidikan. Abu Rokhmad menekankan pentingnya masukan dari para pendahulu untuk meningkatkan kualitas PTKIN. "Rebranding ini merupakan upaya untuk memperkuat posisi PTKIN agar mampu bersaing dengan perguruan tinggi umum," ujarnya, dikutip Selasa (20/8/2024).
Hasanuddin Ali, Staf Ahli Menteri Agama dan peneliti Alvara Research Center, menyoroti pentingnya memahami target pasar PTKIN. Ia menekankan perlunya strategi yang lebih inklusif untuk menarik minat siswa SMA, tidak hanya fokus pada siswa MA.
Ahmad Zainul Hamdi, Direktur Diktis, menyambut baik kontribusi para senior dalam diskusi ini. Ia berharap masukan tersebut dapat membantu dalam merumuskan kebijakan rebranding PTKIN yang lebih efektif.
Muhammad Ali Ramdhani, Sekretaris Jenderal Kemenag, menekankan pentingnya memperhatikan nomenklatur dalam proses rebranding. Ia menyarankan agar branding PTKIN mencakup berbagai disiplin ilmu, tidak terbatas pada program studi keagamaan saja.
Kamaruddin Amin, mantan Dirjen Pendidikan Islam yang kini menjabat sebagai Dirjen Bimas Islam, mengingatkan bahwa rebranding harus diikuti dengan peningkatan kualitas yang nyata. Ia juga menekankan pentingnya tata kelola yang baik dalam proses ini.
Dede Rosyada, mantan Direktur Diktis, menggarisbawahi pentingnya publikasi untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap PTKIN. Ia meyakini bahwa pengelolaan yang baik akan menghasilkan lulusan berkualitas, terlepas dari program studi yang diambil.
Nursyam, Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya, mengajak untuk lebih memperhatikan kualitas penelitian, khususnya dalam hal sitasi. Ia menekankan pentingnya program nasional yang mendukung peningkatan sitasi di kalangan dosen PTKIN.
FGD ini diharapkan menjadi langkah awal dalam upaya rebranding yang lebih besar untuk meningkatkan kualitas dan citra PTKIN. Rekomendasi dan masukan dari para peserta akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pengembangan PTKIN oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.
(lam)