Panas! Netanyahu Bentrok dengan Negosiator Israel Soal Syarat Gencatan Senjata Gaza
Nabil
Ahad, 25 Agustus 2024 - 09:18 WIB
Panas! Netanyahu Bentrok dengan Negosiator Israel Soal Syarat Gencatan Senjata Gaza
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berselisih dengan tim negosiator gencatan senjata Israel. Sumber yang mengetahui pembicaraan mengatakan, Netanyahu bersikeras Israel tidak akan menarik diri dari "Koridor Philadelphi" di selatan Jalur Gaza.
Koridor Philadelphi yang berbatasan dengan Mesir dan Koridor Netzarim yang membelah tengah Jalur Gaza menjadi dua poin utama yang menghambat perundingan. Negosiasi ini didukung oleh Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat.
Netanyahu berkali-kali menegaskan Israel tidak akan melepas kendali atas Koridor Philadelphi. Alasannya, Israel ingin mencegah Hamas menyelundupkan senjata dan pejuang melalui perbatasan dengan Mesir. Dia juga menyatakan Israel harus mempertahankan pos pemeriksaan di Koridor Netzarim untuk menghentikan pejuang Hamas bersenjata bergerak dari bagian selatan ke utara Jalur Gaza.
Baca juga: Pembicaraan Gaza Dilanjutkan di Kairo, Penderitaan Meningkat Akibat Serangan Israel
Sumber tersebut mengatakan Netanyahu setuju untuk memindahkan satu posisi di Philadelphi beberapa ratus meter. Namun, Israel akan tetap mempertahankan kendali keseluruhan koridor tersebut. Ini berlawanan dengan desakan dari anggota tim negosiatornya sendiri yang bersedia memberi konsesi lebih banyak.
"Perdana Menteri bersikeras situasi ini akan berlanjut, bertentangan dengan tekanan dari beberapa elemen dalam tim negosiasi yang bersedia mundur dari sana," kata sumber yang memiliki pengetahuan mendalam tentang perundingan tersebut.
Stasiun TV Channel 12 Israel melaporkan pekan ini bahwa Netanyahu mengkritik keras tim negosiator. Tim yang dipimpin oleh David Barnea, kepala dinas intelijen Mossad, dianggap terlalu banyak memberi konsesi.
Koridor Philadelphi yang berbatasan dengan Mesir dan Koridor Netzarim yang membelah tengah Jalur Gaza menjadi dua poin utama yang menghambat perundingan. Negosiasi ini didukung oleh Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat.
Netanyahu berkali-kali menegaskan Israel tidak akan melepas kendali atas Koridor Philadelphi. Alasannya, Israel ingin mencegah Hamas menyelundupkan senjata dan pejuang melalui perbatasan dengan Mesir. Dia juga menyatakan Israel harus mempertahankan pos pemeriksaan di Koridor Netzarim untuk menghentikan pejuang Hamas bersenjata bergerak dari bagian selatan ke utara Jalur Gaza.
Baca juga: Pembicaraan Gaza Dilanjutkan di Kairo, Penderitaan Meningkat Akibat Serangan Israel
Sumber tersebut mengatakan Netanyahu setuju untuk memindahkan satu posisi di Philadelphi beberapa ratus meter. Namun, Israel akan tetap mempertahankan kendali keseluruhan koridor tersebut. Ini berlawanan dengan desakan dari anggota tim negosiatornya sendiri yang bersedia memberi konsesi lebih banyak.
"Perdana Menteri bersikeras situasi ini akan berlanjut, bertentangan dengan tekanan dari beberapa elemen dalam tim negosiasi yang bersedia mundur dari sana," kata sumber yang memiliki pengetahuan mendalam tentang perundingan tersebut.
Stasiun TV Channel 12 Israel melaporkan pekan ini bahwa Netanyahu mengkritik keras tim negosiator. Tim yang dipimpin oleh David Barnea, kepala dinas intelijen Mossad, dianggap terlalu banyak memberi konsesi.