home global news

Rupiah Melemah Tipis, Investor Tunggu Kepastian dari Laporan Pekerjaan AS

Selasa, 03 September 2024 - 15:51 WIB
Rupiah Melemah Tipis, Investor Tunggu Kepastian dari Laporan Pekerjaan AS
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Pada perdagangan sore ini, rupiah ditutup melemah tipis sebesar 1 poin di level Rp15.526 setelah sebelumnya sempat melemah hingga 55 poin dari penutupan sebelumnya di level Rp15.525. Namun, untuk perdagangan besok, mata uang rupiah diprediksi akan fluktuatif dan cenderung menguat di rentang Rp15.450 hingga Rp15.550. Pergerakan ini mencerminkan respons pasar terhadap dinamika internal dan eksternal yang mempengaruhi perekonomian Indonesia.

Pergerakan rupiah hari ini dipengaruhi beberapa sentimen.Dari sisi domestik, Indonesia menunjukkan ketahanan ekonomi yang relatif stabil di tengah ketidakpastian global dan tingginya tensi geopolitik. Hingga akhir Juli 2024, rasio utang Indonesia turun menjadi 38,68% dari produk domestik bruto (PDB), jauh di bawah batas aman yang ditetapkan sebesar 60% sesuai dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

"Utang Indonesia masih relatif terjaga, meskipun ruang fiskal dan moneter di banyak negara semakin menyempit akibat ketidakpastian global," ujar Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi, dalam keterangan resmi, Selasa (3/9/2024).

Lebih lanjut, Indonesia berhasil mempertahankan posisi utangnya di tengah lonjakan utang global yang signifikan. Di negara-negara maju, utang melonjak dari 70% menjadi 112% dari PDB, sementara di negara berkembang naik dari 47% menjadi 71% paska pandemi. Kondisi ini mencerminkan kemampuan Indonesia untuk mengelola kebijakan fiskal dengan hati-hati, yang pada gilirannya berkontribusi terhadap stabilitas rupiah. Meski begitu, inflasi global dan kenaikan suku bunga di berbagai negara tetap menjadi tantangan bagi perekonomian Indonesia dalam beberapa bulan mendatang.

Namun, di sisi global, ketidakpastian terus membayangi pasar. Investor saat ini tengah menunggu laporan pekerjaan AS yang akan dirilis pada hari Jumat. Laporan ini diantisipasi akan memainkan peran penting dalam membentuk kebijakan moneter Federal Reserve, terutama setelah Ketua Fed Jerome Powell mengisyaratkan pergeseran fokus dari inflasi ke pencegahan pengangguran.

"Pasar fokus pada laporan pekerjaan AS yang akan dirilis Jumat ini, yang diperkirakan akan sangat mempengaruhi kebijakan moneter Federal Reserve," lanjut Ibrahim Assuaibi.

Saat ini, peluang untuk pemotongan suku bunga sebesar 50 basis poin adalah 33%, dengan pengurangan seperempat poin telah diantisipasi. Sentimen pasar cenderung memperhitungkan pemotongan suku bunga yang lebih kecil, mencerminkan keyakinan bahwa Federal Reserve akan berhati-hati dalam mengambil langkah kebijakan di tengah ketidakpastian ekonomi.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya