Sembilan Vaksin di Indonesia Dipastikan Aman, Jangan Pilih-Pilih
Muhammad rifai akif
Sabtu, 11 September 2021 - 16:58 WIB
Ilustrasi vaksinasi covid. Saat ini sudah sembilan jenis vaksin Covid-19 hadir di Indonesia dan masyarakat diminta tidak pilih-pilih jenis vaksin. Foto: Langit7.id/IStock
Masyarakat diminta tidak ragu dengan ketersediaan dan keamaan vaksin, juga agar segera menjalani vaksinasi. Pemerintah memastikan vaksin yang digunakan di Indonesia aman.
Kepastian tersebut berupa Persetujuan Penggunaan dalam Kondisi Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika, Jhony G Plate, dalam keterangan pers tertulis yang diterima LANGIT7 di Jakarta, Sabtu (11/9/2021).
"Hadirnya beragam jenis vaksin COVID-19 di Indonesia ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengamankan ketersediaan vaksin," ujarnya.
Jhony menyatakan seluruh dunia sangat memerlukan vaksin COVID-19 saat ini, dan Indonesia sendiri memerlukan 400 juta lebih dosis vaksin. "Oleh karenanya, pemerintah berupayamendapatkan vaksin dari berbagai produsen," ucapnya lagi.
Pada hari yang sama Badan POM juga memberikan EUA untuk vaksin Convidecia yangdikembangkan CanSino Biological Inc. dan Beijing Institute of Biotechnology. Efikasi vaksin Convidecia untuk perlindungan pada semua gejala COVID-19 adalah 65,3 persen, sedangkan efikasi untuk perlindungan terhadap kasus COVID-19 berat adalah 90,1 persen.
Vaksin Janssen dan Covidecia menjadi ke-8 dan ke-9 yang telah mendapatkan EUA dari Badan POM pada tahun ini. Kedua vaksin tersebut menyusul tujuh vaksin lain yang telah mendapatkan EUA lebih awal, yaitu Sinovac, Vaksin COVID-19 Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer, dan Sputnik V.
Kepastian tersebut berupa Persetujuan Penggunaan dalam Kondisi Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika, Jhony G Plate, dalam keterangan pers tertulis yang diterima LANGIT7 di Jakarta, Sabtu (11/9/2021).
"Hadirnya beragam jenis vaksin COVID-19 di Indonesia ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengamankan ketersediaan vaksin," ujarnya.
Jhony menyatakan seluruh dunia sangat memerlukan vaksin COVID-19 saat ini, dan Indonesia sendiri memerlukan 400 juta lebih dosis vaksin. "Oleh karenanya, pemerintah berupayamendapatkan vaksin dari berbagai produsen," ucapnya lagi.
Pada hari yang sama Badan POM juga memberikan EUA untuk vaksin Convidecia yangdikembangkan CanSino Biological Inc. dan Beijing Institute of Biotechnology. Efikasi vaksin Convidecia untuk perlindungan pada semua gejala COVID-19 adalah 65,3 persen, sedangkan efikasi untuk perlindungan terhadap kasus COVID-19 berat adalah 90,1 persen.
Vaksin Janssen dan Covidecia menjadi ke-8 dan ke-9 yang telah mendapatkan EUA dari Badan POM pada tahun ini. Kedua vaksin tersebut menyusul tujuh vaksin lain yang telah mendapatkan EUA lebih awal, yaitu Sinovac, Vaksin COVID-19 Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer, dan Sputnik V.