Ketegangan Meningkat, Israel Pindahkan Fokus ke Perbatasan Lebanon
Nabil
Rabu, 11 September 2024 - 05:30 WIB
Ketegangan Meningkat, Israel Pindahkan Fokus ke Perbatasan Lebanon
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, menyatakan pasukan Israel hampir menyelesaikan misi mereka di Gaza. Fokus kini akan beralih ke perbatasan utara dengan Lebanon, di mana pertukaran tembakan dengan Hizbullah terjadi setiap hari.
"Pusat gravitasi bergeser ke utara. Kami hampir menyelesaikan tugas di selatan, tapi misi kami di sini belum selesai," kata Gallant kepada pasukan di perbatasan utara Israel dalam video yang dikirim kantornya. Gallant sedang menghadiri latihan tempur darat.
"Instruksi yang kalian tunggu di sini hari ini, saya berikan di selatan dan melihat pasukan beroperasi," ujar Gallant, merujuk pada invasi darat Israel ke Jalur Gaza tiga minggu setelah serangan Hamas 7 Oktober yang memicu perang.
Kelompok Hizbullah Lebanon mulai menembakkan roket ke Israel pada 8 Oktober, dan kedua pihak terus bertukar tembakan sejak saat itu. Puluhan ribu warga sipil mengungsi di kedua sisi perbatasan. Para pemimpin Israel menyatakan lebih memilih menyelesaikan konflik melalui kesepakatan yang akan mendorong Hizbullah yang didukung Iran menjauh dari perbatasan. Hizbullah mengatakan akan terus memerangi Israel selama perang di Gaza berlanjut.
Dalam pernyataan terpisah kepada wartawan pada Selasa, Gallant mengatakan: "Sementara kami mengejar kesepakatan, saya telah mengarahkan tentara Israel untuk bersiap menghadapi segala skenario, termasuk mengarahkan perhatian kami ke arena utara. Kami berkomitmen mengubah situasi keamanan di front utara dan membawa warga kami pulang dengan selamat."
Militer Israel pada Selasa mengklaim telah membunuh seorang komandan pasukan elit Radwan Hizbullah. Kelompok tersebut mengkonfirmasi kematiannya namun tidak menyebutkan perannya, dan mengatakan mereka menembakkan roket ke sasaran tentara Israel di seberang perbatasan sebagai pembalasan.
"Pusat gravitasi bergeser ke utara. Kami hampir menyelesaikan tugas di selatan, tapi misi kami di sini belum selesai," kata Gallant kepada pasukan di perbatasan utara Israel dalam video yang dikirim kantornya. Gallant sedang menghadiri latihan tempur darat.
"Instruksi yang kalian tunggu di sini hari ini, saya berikan di selatan dan melihat pasukan beroperasi," ujar Gallant, merujuk pada invasi darat Israel ke Jalur Gaza tiga minggu setelah serangan Hamas 7 Oktober yang memicu perang.
Kelompok Hizbullah Lebanon mulai menembakkan roket ke Israel pada 8 Oktober, dan kedua pihak terus bertukar tembakan sejak saat itu. Puluhan ribu warga sipil mengungsi di kedua sisi perbatasan. Para pemimpin Israel menyatakan lebih memilih menyelesaikan konflik melalui kesepakatan yang akan mendorong Hizbullah yang didukung Iran menjauh dari perbatasan. Hizbullah mengatakan akan terus memerangi Israel selama perang di Gaza berlanjut.
Dalam pernyataan terpisah kepada wartawan pada Selasa, Gallant mengatakan: "Sementara kami mengejar kesepakatan, saya telah mengarahkan tentara Israel untuk bersiap menghadapi segala skenario, termasuk mengarahkan perhatian kami ke arena utara. Kami berkomitmen mengubah situasi keamanan di front utara dan membawa warga kami pulang dengan selamat."
Militer Israel pada Selasa mengklaim telah membunuh seorang komandan pasukan elit Radwan Hizbullah. Kelompok tersebut mengkonfirmasi kematiannya namun tidak menyebutkan perannya, dan mengatakan mereka menembakkan roket ke sasaran tentara Israel di seberang perbatasan sebagai pembalasan.
(lam)