Topan Jolina: 17 Warga Filipina Tewas dan 33.000 Jiwa Mengungsi
Fajar adhitya
Ahad, 12 September 2021 - 20:21 WIB
Suasana warga Filipina di pengungsian akibat amukan Topan Jolina dan Topan Kiko. Foto: Dante Diosina Jr/Anadolu Agency
Hujan lebat yang berbuntut tiupan Topan Jolina memakan korban jiwa di Filipina. Sedikitnya 17 orang meninggal dunia dan 33 ribu warga terpaksa meninggalkan rumah untuk mengungsi.
Hal tersebut disampaikan langsung Badan Pengurangan Risiko Bencana Nasional dan Manajemn. Dalam laporan terpisah yang dikirim ke media, Ahad (12/9/2021) sore waktu setempat, lembaga tersebut menyatakan Topan Jolina berdampak pada 313.373 orang. Sementara, Topan Kiko tercatat memengaruhi 11.145 orang.
Baca Juga:Cara Membuat Kapurung, Kuliner Bergizi Khas Palopo
Sekitar 24 orang terluka sementara tujuh masih hilang. Hujan dari dua badai tersebut menyebabkan banjir pada 40 daerah di seluruh negeri.
Setidaknya 33.000 orang mengungsi di pusat-pusat evakuasi atau di daerah lain di luar fasilitas resmi. Gangguan cuaca yang terkait dengan Jolina juga merusak 8.924 rumah.
Sebanyak 432 di antaranya hancur total. Hal tersebut seperti dikutip dari laporan NDRRMC yang juga diberitakan Philstar.
Biro cuaca negara bagian Pagasa memperingatkan hujan lebat di Luzon Utara sebagai akibat dari Topan Kiko yang kini masih berada di luar Fililipina. Belum ada laporan tentang korban, cedera, dan orang hilang yang disebabkan Topan Kiko, meskipun mencatat 5.112 orang dievakuasi terlebih dahulu karena hujan lebat tersebut.
Hal tersebut disampaikan langsung Badan Pengurangan Risiko Bencana Nasional dan Manajemn. Dalam laporan terpisah yang dikirim ke media, Ahad (12/9/2021) sore waktu setempat, lembaga tersebut menyatakan Topan Jolina berdampak pada 313.373 orang. Sementara, Topan Kiko tercatat memengaruhi 11.145 orang.
Baca Juga:Cara Membuat Kapurung, Kuliner Bergizi Khas Palopo
Sekitar 24 orang terluka sementara tujuh masih hilang. Hujan dari dua badai tersebut menyebabkan banjir pada 40 daerah di seluruh negeri.
Setidaknya 33.000 orang mengungsi di pusat-pusat evakuasi atau di daerah lain di luar fasilitas resmi. Gangguan cuaca yang terkait dengan Jolina juga merusak 8.924 rumah.
Sebanyak 432 di antaranya hancur total. Hal tersebut seperti dikutip dari laporan NDRRMC yang juga diberitakan Philstar.
Biro cuaca negara bagian Pagasa memperingatkan hujan lebat di Luzon Utara sebagai akibat dari Topan Kiko yang kini masih berada di luar Fililipina. Belum ada laporan tentang korban, cedera, dan orang hilang yang disebabkan Topan Kiko, meskipun mencatat 5.112 orang dievakuasi terlebih dahulu karena hujan lebat tersebut.