Ketum PBNU: Islam Nusantara Jawaban atas Konflik Global
Tim langit 7
Selasa, 24 September 2024 - 10:07 WIB
Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyampaikan, konflik global yang sering menyangkut dan mengatasnamakan Islam harus diatasi. Dia menyebut, Islam Nusantara hadir sebagai jawaban atas konflik global.
Hal itu disampaikan dalam acara Halaqoh Humanitarian Islam, Islam untuk Kemanusiaan di Jakarta, pada Ahad (22/9/2024).
“Adanya gejolak konflik internasional yang menyangkut dan mengatasnamakan Islam ini, maka kita perlu strategi alternatif berupa kampanye al-Islam al-insaniyah, dalam bahasa Arab al-Islam al-insaniyah yaitu Islam yang memberi jawaban tentang masalah-masalah manusia masa kini,” ujar Gus Yahya.
Baca juga:Dua Pusaka Keramat Pengurus dan Warga NU: Sami'na wa atha'na dan Tabayun
Ia menyampaikan awal mula kampanye al-Islam al-insaniyah atau yang diberi nama Islam Nusantara ini dimulai karena suara Islam yang bukan dari Timur Tengah tidak terlalu didengar, bahkan nyaris tidak dapat perhatian.
Gus Yahya menyebut, seringkali gagasan strategis yang muncul dari Timur Tengah menjadi harapan sebagai jalan keluar atas permasalahan global.
“Di panggung global, suara Islam itu didominasi oleh Timur Tengah dan kita (Indonesia) tidak terlalu didengar bahkan nyaris tidak dapat perhatian. Oleh sebab itu, kita mulai kampanyekan Islam Nusantara ini untuk mengklaim bahwa ada Islam di luar Timur Tengah yang sama-sama otentiknya, sama-sama sahnya, dan sama-sama berhak didengar sebagai suara Islam,” ujarnya.
Hal itu disampaikan dalam acara Halaqoh Humanitarian Islam, Islam untuk Kemanusiaan di Jakarta, pada Ahad (22/9/2024).
“Adanya gejolak konflik internasional yang menyangkut dan mengatasnamakan Islam ini, maka kita perlu strategi alternatif berupa kampanye al-Islam al-insaniyah, dalam bahasa Arab al-Islam al-insaniyah yaitu Islam yang memberi jawaban tentang masalah-masalah manusia masa kini,” ujar Gus Yahya.
Baca juga:Dua Pusaka Keramat Pengurus dan Warga NU: Sami'na wa atha'na dan Tabayun
Ia menyampaikan awal mula kampanye al-Islam al-insaniyah atau yang diberi nama Islam Nusantara ini dimulai karena suara Islam yang bukan dari Timur Tengah tidak terlalu didengar, bahkan nyaris tidak dapat perhatian.
Gus Yahya menyebut, seringkali gagasan strategis yang muncul dari Timur Tengah menjadi harapan sebagai jalan keluar atas permasalahan global.
“Di panggung global, suara Islam itu didominasi oleh Timur Tengah dan kita (Indonesia) tidak terlalu didengar bahkan nyaris tidak dapat perhatian. Oleh sebab itu, kita mulai kampanyekan Islam Nusantara ini untuk mengklaim bahwa ada Islam di luar Timur Tengah yang sama-sama otentiknya, sama-sama sahnya, dan sama-sama berhak didengar sebagai suara Islam,” ujarnya.