Sandal Bilal Terdengar Rasul Sampai di Surga, Apa Amalan Penyebabnya?
Ahmad zuhdi
Senin, 13 September 2021 - 11:57 WIB
ilustrasi sandal tua di masa lalu (foto: langit7.id/istock)
Sahabat Nabi Bilal radhiyallahu ‘anhu masyhur sebagai muadzin Rasulullah sebab suaranya yang merdu. Namun selain itu, ada riwayat yang menyebutkan bahwa sandal Bilal telah sampai ke surga mendahuluinya.
Dari Abu Hurairah r.a, sesungguhnya Nabi SAW bersabda kepada Bilal di saat shalat fajar: “Wahai Bilal, ceritakan kepadaku amal yang sangat diharapkan yang engkau amalkan dalam Islam, sesungguhnya aku mendengar suara dua sandalmu dihadapanku di surga. Bilal berkata: “Tidak ada amal yang sangat aku harapkan menurutku, sesungguhnya aku tidak bersuci (berwudhu) baik di waktu malam atau siang kecuali aku shalat setelah wudhu itu sedapat mungkin yang dapat aku lakukan.” (H.R. al-Bukhari, 1: 200).
Dari hadits di atas, kemudian satu amalan sunnah. Usai melakukan wudhu, ada salah satu sunnah yang Rasulullah anjurkan kepada umatnya, yaitu shalat syukrul wudhu. Shalat syukrul wudhu dikerjakan dua rakaat setelah berwudhu.
Baca Juga:Kisah Mualafnya Abu Sufyan dan Para Sahabat Berebut Air Wudhu Bekas Rasulullah
Dalam beberapa hadits shahih, shalat syukrul wudhu juga disebut dengan shalat thuhur. Shalat thuhur atau shalat syukrul wudhu adalah sunnah yang disyariatkan berdasarkan hadits yang menceritakan tentang amalan Bilal yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.
Setelah Bilal berwudhu, baik siang maupun malam kecuali Bilal langsung melaksanakan shalat setelah wudhu itu. Shalat ini disebut oleh para ulama Shalat Thuhur atau Syukr al-Wudhu.
Hadits tersebut menunjukkan bahwa Bilal senantiasa menjaga agar baik siang atau malam selalu mempunyai wudhu. Jadi tidak hanya wudhu di setiap mau shalat wajib saja.
Dari Abu Hurairah r.a, sesungguhnya Nabi SAW bersabda kepada Bilal di saat shalat fajar: “Wahai Bilal, ceritakan kepadaku amal yang sangat diharapkan yang engkau amalkan dalam Islam, sesungguhnya aku mendengar suara dua sandalmu dihadapanku di surga. Bilal berkata: “Tidak ada amal yang sangat aku harapkan menurutku, sesungguhnya aku tidak bersuci (berwudhu) baik di waktu malam atau siang kecuali aku shalat setelah wudhu itu sedapat mungkin yang dapat aku lakukan.” (H.R. al-Bukhari, 1: 200).
Dari hadits di atas, kemudian satu amalan sunnah. Usai melakukan wudhu, ada salah satu sunnah yang Rasulullah anjurkan kepada umatnya, yaitu shalat syukrul wudhu. Shalat syukrul wudhu dikerjakan dua rakaat setelah berwudhu.
Baca Juga:Kisah Mualafnya Abu Sufyan dan Para Sahabat Berebut Air Wudhu Bekas Rasulullah
Dalam beberapa hadits shahih, shalat syukrul wudhu juga disebut dengan shalat thuhur. Shalat thuhur atau shalat syukrul wudhu adalah sunnah yang disyariatkan berdasarkan hadits yang menceritakan tentang amalan Bilal yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.
Setelah Bilal berwudhu, baik siang maupun malam kecuali Bilal langsung melaksanakan shalat setelah wudhu itu. Shalat ini disebut oleh para ulama Shalat Thuhur atau Syukr al-Wudhu.
Hadits tersebut menunjukkan bahwa Bilal senantiasa menjaga agar baik siang atau malam selalu mempunyai wudhu. Jadi tidak hanya wudhu di setiap mau shalat wajib saja.