home global news

Rupiah Anjlok 160 Poin, Tertekan Penguatan Dolar AS dan Konflik Timur Tengah

Kamis, 03 Oktober 2024 - 16:00 WIB
Rupiah Anjlok 160 Poin, Tertekan Penguatan Dolar AS dan Konflik Timur Tengah
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan signifikan pada perdagangan Kamis (03/10/2024) sore. Mata uang Garuda ini ditutup melemah 160,5 poin atau 1,05% ke level Rp15.428,5 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di Rp15.268 per dolar AS.

Pelemahan rupiah ini terjadi setelah sebelumnya sempat terkoreksi hingga 175 poin. Tekanan terhadap rupiah terutama datang dari penguatan dolar AS yang didorong oleh beberapa faktor eksternal.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, mengatakan, "Laporan ketenagakerjaan nasional ADP menunjukkan bahwa jumlah pekerja swasta AS meningkat lebih dari yang diharapkan pada bulan September, menjelang data pekerjaan yang sangat dinanti-nantikan pada hari Jumat," dia menyatakanketerangan resmi, Kamis (03/10/2024)

Data ketenagakerjaan yang kuat ini menambah keyakinan pasar bahwa ekonomi AS masih tangguh, mendorong penguatan dolar AS. Jumlah pekerja swasta meningkat sebesar 143.000 bulan lalu, melebihi perkiraan ekonom yang hanya 120.000.

Penguatan dolar AS juga mendapat dukungan dari pernyataan Presiden Richmond Fed Thomas Barkin. Ia menegaskan bahwa pertempuran melawan inflasi belum berakhir, meningkatkan ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Sementara itu, eskalasi konflik di Timur Tengah turut memberikan tekanan pada mata uang emerging markets, termasuk rupiah. Serangan Israel ke pusat kota Beirut pada dini hari Kamis, yang menewaskan sedikitnya enam orang, diikuti oleh serangan balasan Iran dengan lebih dari 180 rudal balistik ke Israel.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak global, mengingat Timur Tengah merupakan wilayah pengekspor minyak utama dunia. Ketegangan geopolitik ini mendorong investor untuk mencari aset safe haven seperti dolar AS, semakin menekan nilai tukar rupiah.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya