Iran Ancam Balas Dendam Setelah Kematian Pemimpin Hamas, Konflik Semakin Memanas
Nabil
Jum'at, 18 Oktober 2024 - 09:20 WIB
Iran Ancam Balas Dendam Setelah Kematian Pemimpin Hamas, Konflik Semakin Memanas
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Iran menyatakan bahwa semangat perlawanan akan semakin kuat setelah tewasnya Yahya Sinwar. Pernyataan ini disampaikan oleh misi Iran untuk PBB pada Kamis, beberapa jam setelah Israel mengumumkan telah membunuh pemimpin Hamas tersebut.
"Semangat perlawanan akan semakin menguat. Dia akan menjadi teladan bagi para pemuda dan anak-anak yang akan melanjutkan perjuangannya demi pembebasan Palestina," tulis misi tersebut dalam sebuah postingan di media sosial X. "Selama pendudukan dan agresi masih ada, perlawanan akan terus berlanjut, karena sang syuhada tetap hidup dan menjadi sumber inspirasi."
Baca juga: Perang Israel-Lebanon Memanas, Hezbollah Lancarkan Serangan Rudal Presisi
Sebelumnya pada Kamis, militer Israel mengumumkan bahwa pasukan mereka telah membunuh pemimpin Hamas Sinwar di Rafah, Gaza selatan, setelah baku tembak dengan pemimpin militan tersebut dan dua pejuang lainnya sehari sebelumnya.
"Kemarin di Tel Sultan di Rafah, Yahya Sinwar telah disingkirkan oleh pasukan tentara," kata juru bicara militer Laksamana Muda Daniel Hagari.
Baca juga: Usai Pemimpin Hamas Tewas, Warga Gaza Harap Konflik Segera Usai
"Pembunuh massal Yahya Sinwar, yang bertanggung jawab atas pembantaian dan kekejaman 7 Oktober, telah disingkirkan... oleh tentara [Israel]," kata Menteri Luar Negeri Israel Katz dalam sebuah pernyataan.
"Semangat perlawanan akan semakin menguat. Dia akan menjadi teladan bagi para pemuda dan anak-anak yang akan melanjutkan perjuangannya demi pembebasan Palestina," tulis misi tersebut dalam sebuah postingan di media sosial X. "Selama pendudukan dan agresi masih ada, perlawanan akan terus berlanjut, karena sang syuhada tetap hidup dan menjadi sumber inspirasi."
Baca juga: Perang Israel-Lebanon Memanas, Hezbollah Lancarkan Serangan Rudal Presisi
Sebelumnya pada Kamis, militer Israel mengumumkan bahwa pasukan mereka telah membunuh pemimpin Hamas Sinwar di Rafah, Gaza selatan, setelah baku tembak dengan pemimpin militan tersebut dan dua pejuang lainnya sehari sebelumnya.
"Kemarin di Tel Sultan di Rafah, Yahya Sinwar telah disingkirkan oleh pasukan tentara," kata juru bicara militer Laksamana Muda Daniel Hagari.
Baca juga: Usai Pemimpin Hamas Tewas, Warga Gaza Harap Konflik Segera Usai
"Pembunuh massal Yahya Sinwar, yang bertanggung jawab atas pembantaian dan kekejaman 7 Oktober, telah disingkirkan... oleh tentara [Israel]," kata Menteri Luar Negeri Israel Katz dalam sebuah pernyataan.