Serangan Israel ke Iran Tewaskan 4 Tentara, Ketegangan Timur Tengah Memanas!
Nabil
Ahad, 27 Oktober 2024 - 05:40 WIB
Serangan Israel ke Iran Tewaskan 4 Tentara, Ketegangan Timur Tengah Memanas!
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Iran mengonfirmasi bahwa serangan Israel telah menewaskan empat tentara Iran. Serangan ini merupakan balasan atas serangan rudal Iran ke Israel pada awal bulan ini. Tentara Pertahanan Israel (IDF) menyatakan telah menargetkan pabrik rudal dan lokasi strategis lainnya di dekat Tehran dan Iran bagian barat pada Sabtu dini hari.
Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan hak mereka untuk membela diri, namun juga menyatakan bahwa Iran "menyadari tanggung jawabnya terhadap perdamaian dan keamanan regional." Pernyataan ini dianggap cukup lunak dan diplomatik.
Baca juga: Untuk informasi terbaru mengenai konflik di timur tengah, kunjungi halaman ini.
Serangan balasan Israel ini sudah lama ditunggu-tunggu setelah Iran menembakkan hampir 200 rudal balistik ke arah Israel pada 1 Oktober. Iran menyatakan serangan tersebut adalah pembalasan atas pembunuhan pemimpin politik Hamas, Ismail Haniyeh, di wilayah Iran pada Juli lalu.
Otoritas Iran melaporkan beberapa lokasi di provinsi Tehran, Khuzestan, dan Ilam diserang. Militer mengklaim serangan tersebut berhasil ditangkal, meski ada "kerusakan terbatas" di beberapa lokasi. Media pemerintah Iran menayangkan rekaman yang menunjukkan lalu lintas normal di beberapa kota, sementara aktivitas sekolah dan olahraga tetap berjalan sesuai jadwal.
IDF mengumumkan operasi Sabtu tersebut tak lama setelah ledakan dilaporkan di Iran. Juru bicara IDF, Laksamana Muda Daniel Hagari mengatakan militer telah menunjukkan kesiapannya "untuk membela negara Israel". Dia juga memperingatkan jika Iran memulai eskalasi baru, Israel akan "wajib merespons".
Amerika Serikat dan Inggris mendesak Iran untuk tidak melakukan serangan balasan. Pemerintahan Presiden Joe Biden menyerukan penghentian siklus kekerasan. Pejabat senior AS mengatakan mereka diberitahu tentang serangan Israel sebelumnya, namun Washington tidak terlibat.
Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan hak mereka untuk membela diri, namun juga menyatakan bahwa Iran "menyadari tanggung jawabnya terhadap perdamaian dan keamanan regional." Pernyataan ini dianggap cukup lunak dan diplomatik.
Baca juga: Untuk informasi terbaru mengenai konflik di timur tengah, kunjungi halaman ini.
Serangan balasan Israel ini sudah lama ditunggu-tunggu setelah Iran menembakkan hampir 200 rudal balistik ke arah Israel pada 1 Oktober. Iran menyatakan serangan tersebut adalah pembalasan atas pembunuhan pemimpin politik Hamas, Ismail Haniyeh, di wilayah Iran pada Juli lalu.
Otoritas Iran melaporkan beberapa lokasi di provinsi Tehran, Khuzestan, dan Ilam diserang. Militer mengklaim serangan tersebut berhasil ditangkal, meski ada "kerusakan terbatas" di beberapa lokasi. Media pemerintah Iran menayangkan rekaman yang menunjukkan lalu lintas normal di beberapa kota, sementara aktivitas sekolah dan olahraga tetap berjalan sesuai jadwal.
IDF mengumumkan operasi Sabtu tersebut tak lama setelah ledakan dilaporkan di Iran. Juru bicara IDF, Laksamana Muda Daniel Hagari mengatakan militer telah menunjukkan kesiapannya "untuk membela negara Israel". Dia juga memperingatkan jika Iran memulai eskalasi baru, Israel akan "wajib merespons".
Amerika Serikat dan Inggris mendesak Iran untuk tidak melakukan serangan balasan. Pemerintahan Presiden Joe Biden menyerukan penghentian siklus kekerasan. Pejabat senior AS mengatakan mereka diberitahu tentang serangan Israel sebelumnya, namun Washington tidak terlibat.