LANGIT7.ID-, Jakarta- - Iran mengonfirmasi bahwa serangan Israel telah menewaskan empat tentara Iran. Serangan ini merupakan balasan atas serangan rudal Iran ke Israel pada awal bulan ini. Tentara Pertahanan Israel (IDF) menyatakan telah menargetkan pabrik rudal dan lokasi strategis lainnya di dekat Tehran dan Iran bagian barat pada Sabtu dini hari.
Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan hak mereka untuk membela diri, namun juga menyatakan bahwa Iran "menyadari tanggung jawabnya terhadap perdamaian dan keamanan regional." Pernyataan ini dianggap cukup lunak dan diplomatik.
Baca juga:
Untuk informasi terbaru mengenai konflik di timur tengah, kunjungi halaman ini.Serangan balasan Israel ini sudah lama ditunggu-tunggu setelah Iran menembakkan hampir 200 rudal balistik ke arah Israel pada 1 Oktober. Iran menyatakan serangan tersebut adalah pembalasan atas pembunuhan pemimpin politik Hamas, Ismail Haniyeh, di wilayah Iran pada Juli lalu.
Otoritas Iran melaporkan beberapa lokasi di provinsi Tehran, Khuzestan, dan Ilam diserang. Militer mengklaim serangan tersebut berhasil ditangkal, meski ada "kerusakan terbatas" di beberapa lokasi. Media pemerintah Iran menayangkan rekaman yang menunjukkan lalu lintas normal di beberapa kota, sementara aktivitas sekolah dan olahraga tetap berjalan sesuai jadwal.
IDF mengumumkan operasi Sabtu tersebut tak lama setelah ledakan dilaporkan di Iran. Juru bicara IDF, Laksamana Muda Daniel Hagari mengatakan militer telah menunjukkan kesiapannya "untuk membela negara Israel". Dia juga memperingatkan jika Iran memulai eskalasi baru, Israel akan "wajib merespons".
Amerika Serikat dan Inggris mendesak Iran untuk tidak melakukan serangan balasan. Pemerintahan Presiden Joe Biden menyerukan penghentian siklus kekerasan. Pejabat senior AS mengatakan mereka diberitahu tentang serangan Israel sebelumnya, namun Washington tidak terlibat.
Serangan tersebut tidak menargetkan infrastruktur minyak atau fasilitas nuklir Iran - target yang diminta pemerintahan Biden agar Israel tidak serang. Pejabat AS mengatakan mereka telah mendorong Israel selama berminggu-minggu untuk melakukan respons yang "tepat sasaran dan proporsional dengan risiko rendah terhadap warga sipil".
Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer menyatakan Israel memiliki hak untuk membela diri dari "agresi Iran" dan mengulangi seruan agar Iran menghindari pembalasan. Namun Rusia dan negara-negara lain di kawasan, termasuk sekutu AS seperti Yordania dan Arab Saudi, menuduh Israel meningkatkan konflik.
Hezbollah menembakkan 80 proyektil melintasi perbatasan ke Israel pada Sabtu sore, menurut IDF. Kelompok yang didukung Iran ini juga menembakkan serangkaian roket ke lima area pemukiman di Israel utara, termasuk pinggiran Krayot dekat Haifa.
(lam)