Eks Pejabat MA Ditangkap, Kejagung Sita Rp 920 Miliar dan 51 Kg Emas dari Skandal Percaloan
Tim langit 7
Selasa, 29 Oktober 2024 - 15:34 WIB
Eks Pejabat MA Ditangkap, Kejagung Sita Rp 920 Miliar dan 51 Kg Emas dari Skandal Percaloan
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Kejaksaan Agung mengungkap skandal besar di lingkungan Mahkamah Agung setelah menangkap Zarof Ricar, mantan Kepala Badan Diklat Hukum dan Peradilan MA. Penangkapan yang dilakukan di Bali pada Kamis (24/10/2024) malam ini membongkar praktik percaloan perkara dengan temuan mengejutkan berupa aset senilai hampir Rp 1 triliun.
Tim penyidik Kejagung menemukan tumpukan harta dalam berbagai bentuk saat menggeledah kediaman Zarof di Jakarta. Penemuan ini mencakup mata uang asing dari berbagai negara yang totalnya mencapai Rp 920 miliar, serta koleksi emas Antam seberat 51 kilogram.
"Pengusutan akan fokus pada asal-usul dana tersebut karena diduga berkaitan dengan gratifikasi," jelas Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Abdul Qohar.
Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea bereaksi keras terhadap kasus ini. Melalui akun Instagram pribadinya, ia mengungkapkan kegelisahannya dan bahkan menyebut Presiden Prabowo yang disebutnya sebagai klien.
"Halo klienku Pak Prabowo? Gimana ini? Pusing aku," tulis Hotman dalam unggahannya.
Kasus ini terungkap dari pengembangan investigasi suap terhadap tiga hakim Pengadilan Negeri Surabaya dalam perkara Ronald Tannur. Zarof diduga terlibat dalam skema suap bersama Lisa Rahmat, pengacara Ronald, dengan janji pembayaran Rp 5 miliar untuk hakim agung dan Rp 1 miliar untuk Zarof sendiri.
Dalam penggeledahan di kediaman Zarof, penyidik menemukan sejumlah besar mata uang asing termasuk 74.494.427 dollar Singapura, 1.897.362 dollar Amerika Serikat, 71.200 Euro, dan 483.320 dollar Hong Kong. Selain itu, ditemukan juga uang rupiah sebesar Rp 5.725.075.000. Temuan mengejutkan lainnya adalah koleksi emas, termasuk 449 keping emas Fine Gold 999.9 masing-masing seberat 100 gram dan 20 keping emas Antam dengan berat yang sama. Sejumlah kepingan emas lainnya dalam berbagai ukuran juga diamankan dari lokasi tersebut.
Tim penyidik Kejagung menemukan tumpukan harta dalam berbagai bentuk saat menggeledah kediaman Zarof di Jakarta. Penemuan ini mencakup mata uang asing dari berbagai negara yang totalnya mencapai Rp 920 miliar, serta koleksi emas Antam seberat 51 kilogram.
"Pengusutan akan fokus pada asal-usul dana tersebut karena diduga berkaitan dengan gratifikasi," jelas Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Abdul Qohar.
Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea bereaksi keras terhadap kasus ini. Melalui akun Instagram pribadinya, ia mengungkapkan kegelisahannya dan bahkan menyebut Presiden Prabowo yang disebutnya sebagai klien.
"Halo klienku Pak Prabowo? Gimana ini? Pusing aku," tulis Hotman dalam unggahannya.
Kasus ini terungkap dari pengembangan investigasi suap terhadap tiga hakim Pengadilan Negeri Surabaya dalam perkara Ronald Tannur. Zarof diduga terlibat dalam skema suap bersama Lisa Rahmat, pengacara Ronald, dengan janji pembayaran Rp 5 miliar untuk hakim agung dan Rp 1 miliar untuk Zarof sendiri.
Dalam penggeledahan di kediaman Zarof, penyidik menemukan sejumlah besar mata uang asing termasuk 74.494.427 dollar Singapura, 1.897.362 dollar Amerika Serikat, 71.200 Euro, dan 483.320 dollar Hong Kong. Selain itu, ditemukan juga uang rupiah sebesar Rp 5.725.075.000. Temuan mengejutkan lainnya adalah koleksi emas, termasuk 449 keping emas Fine Gold 999.9 masing-masing seberat 100 gram dan 20 keping emas Antam dengan berat yang sama. Sejumlah kepingan emas lainnya dalam berbagai ukuran juga diamankan dari lokasi tersebut.