home wirausaha syariah

Kolom Ekonomi Syariah: Trust di Dunia Islam

Senin, 11 November 2024 - 05:30 WIB
Kolom Ekonomi Syariah: Trust di Dunia Islam
Prof.Dr. Bambang Setiaji dan Ibrahim Fatwa Wijaya, PhD

LANGIT7.ID-Menurut Prof. Ronald Inglehart dari Michigan University, dunia Islam saat ini, atau negara-negara dengan penduduk mayoritas Muslim, mengelompok di kuadaran kiri bawah peta budaya dunia. Sedangkan negara-negara yang saat ini kita anggap maju, baik pendidikan dan ekonominya mengelompok di kuadran kanan atas. Sebut saja Indonesia, Pakistan, Bangladesh, Irak, Iran, Yordania, Turki, Maroko, Tunisia, Aljazair, Mesir dan lainnya mengelompok di kuadran kiri bawah. Sedangkan US, UK, Canada, Australia, Jerman, Swedia, Finlandia, Norwegia dan lainnya mengelompok di kuadran kanan atas.

Negara-negara dengan banyak penduduk Muslim di kuadran kiri bawah ternyata memiliki level trust yang rendah diantara penduduknya. Sedangkan negara maju di kuadran kanan atas, memiliki level trust yang sangat tinggi. Menariknya, data World Bank menunjukkan bahwa negara-negara di kuadran kiri bawah memiliki Income yang jauh lebih rendah dibanding negara-negara di kuadran kanan atas.

Baca juga: Kolom Ekonomi Syariah: Pangan Dalam Perspektif Ekonomi Syariah

Dunia Barat ketika berinteraksi dengan aktor bisnis di dunia Islam tentunya akan berpikir dua kali, karena transaction cost of economics-nya akan sangat tinggi, seperti biaya monitoring. Bahkan kami pernah menjumpai ada orang asing yang tinggal di kota Solo dan beliau bekerja untuk memonitor dan menjadi penjembatan antara supplier (eksportir) barang-barang dari Solo Raya dan pembeli dari luar negeri. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir ketidakjujuran dan memastikan kualitas barang sesuai pesanan.

Trust yang sangat tinggi diantara masyarakat dan aktor bisnis tentunya berkorelasi positif dengan keunggulan kompetitif dan kemajuan ekonomi suatu bangsa. Apabila tidak ada saling percaya di antara masyarakat, maka waktu, tenaga, pikiran, uang, dan energi, akan habis digunakan untuk memikirkan hal-hal yang kurang strategis. Sehingga kreativitas dan inovasi akan sulit berkembang di antara aktor bisnis di dunia Islam. Macetnya inovasi di dunia Islam sejak abad 13 Masehi menurut Prof. Bernard Lewis menjadi salah satu penyebab kemunduruan dunia Islam saat ini.

Baca juga: KOLOM EKONOMI SYARIAH: Utlubul Ilma Walau Bi Tsin
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya