LP Maarif PBNU Ingatkan Guru Teladani Sifat Rasulullah dalam Mengajar
Tim langit 7
Senin, 11 November 2024 - 09:00 WIB
Ketua Lembaga Pendidikan Maarif Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Prof Muhammad Ali Ramdhani (tengah)
Seorang guru harus membentuk karakter siswa atau santrinya dengan maksimal. Para guru juga diharapkan menjadikan Rasulullah Muhammad Saw sebagai teladan yang ideal dalam mengajar.
"Guru harus membentuk karakter siswa atau santrinya dengan maksimal. Jadikanlah teladan yang ideal Rasulullah Muhammad Saw yang sudah kita ketahui bersama mengenai sikap dan sifatnya," kata Ketua Lembaga Pendidikan Ma'arif Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Prof Muhammad Ali Ramdhani.
Prof Ali Ramdhani mengatakan bahwa Rasulullah Muhammad Saw memiliki 4 sifat yang menjadi keistimewaan atau sifat khas Nabi Muhammad.
"Pertama, memiliki sifat fathanah atau cerdas. Sebagaimana dalam jargon pendidikan tercatat bahwa 'Knowledge is power. Tugas kita sebagai orang tua, guru, pembina dan lain sebagainya harus dapat mengangkat potensi anak didik kita menjadi orang yang cerdas baik dalam ranah kognitif, afektif maupun psikomotoriknya," kata Kang Dhani, sapaan akrabnya.
Baca juga:Ciptakan Pesantren Ramah Anak, Ponpes Al-Raudloh Kajen Bangun Kedekatan Empati dengan Santri
Ketiga kecerdasan tersebut, kata dia, akan menjadi modal dalam kehidupannya. Sifat kedua dari Nabi Muhammad adalah amanah. Dalam hal ini santri harus didorong agar memiliki sikap amanah dalam menjalani kehidupan di masyarakat.
"Amanah adalah sifat yang berarti dapat dipercaya atau terpercaya. Amanah juga bisa diartikan sebagai titipan yang harus disampaikan kepada orang lain," ujarnya.
"Guru harus membentuk karakter siswa atau santrinya dengan maksimal. Jadikanlah teladan yang ideal Rasulullah Muhammad Saw yang sudah kita ketahui bersama mengenai sikap dan sifatnya," kata Ketua Lembaga Pendidikan Ma'arif Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Prof Muhammad Ali Ramdhani.
Prof Ali Ramdhani mengatakan bahwa Rasulullah Muhammad Saw memiliki 4 sifat yang menjadi keistimewaan atau sifat khas Nabi Muhammad.
"Pertama, memiliki sifat fathanah atau cerdas. Sebagaimana dalam jargon pendidikan tercatat bahwa 'Knowledge is power. Tugas kita sebagai orang tua, guru, pembina dan lain sebagainya harus dapat mengangkat potensi anak didik kita menjadi orang yang cerdas baik dalam ranah kognitif, afektif maupun psikomotoriknya," kata Kang Dhani, sapaan akrabnya.
Baca juga:Ciptakan Pesantren Ramah Anak, Ponpes Al-Raudloh Kajen Bangun Kedekatan Empati dengan Santri
Ketiga kecerdasan tersebut, kata dia, akan menjadi modal dalam kehidupannya. Sifat kedua dari Nabi Muhammad adalah amanah. Dalam hal ini santri harus didorong agar memiliki sikap amanah dalam menjalani kehidupan di masyarakat.
"Amanah adalah sifat yang berarti dapat dipercaya atau terpercaya. Amanah juga bisa diartikan sebagai titipan yang harus disampaikan kepada orang lain," ujarnya.