Zaid Shakir Salim, Mualaf Mantan Tentara jadi Pendakwah Berpengaruh di Barat
Mahmuda attar hussein
Kamis, 16 September 2021 - 08:05 WIB
Imam Zaid Shakir Salim (foto: istimewa)
Zaid Shakir Salim, menjadi salah satu muslim yang cukup berpengaruh di negara Barat. Tidak hanya berdakwah, ia juga memperjuangkan hak sipil, mendorong kesetaraan ras dan memerangi kemiskinan. Atas perjuangannya, ia menjadi cendekiawan muslim yang dihormati.
Ia kerap kali tampil menjadi pembicara di acara khusus muslim di sana dan muncul dengan mengedepankan suara hati nuraninya untuk kesetaraan hak di masyarakat, termasuk untuk mereka yang non muslim. Alasan itu jugalah yang membuatnya masuk ke dalam daftar cendekiawan Amerika yang paling berpengaruh oleh The 500 Most Influential Muslims.
Lantas siapa sebenarnya Zaid, sehingga bisa menjadi cendekiawan muslim yang berpengaruh di negara Barat?
Zaid lahir di Berkeley, Amerika Serikat 65 tahun silam. Ia memutuskan memeluk Islam, tepatnya pada 1977 saat masih bergabung sebagai tentara di Angkatan Udara Amerika Serikat.
Sejak saat itu pula, muslim dengan nama kelahiran Ricky Daryl Mitchell, menggantinya menjadi Zaid Shakir Salim. Kehidupannya pun turut mengalami banyak perubahan setelah memutuskan memeluk dan mendalami Islam.
Ia sempat menempuh pendidikan bahasa Arab selama satu tahun di Kairo, Mesir. Diketahui saat itu, ia menetap di New Heaven, Connecticut dan mulai aktif di kegiatan sosial.
Ia juga turut berkontribusi dalam pendirian Masjid al-Islam, Tri-State Muslim Education Initiative, dan Connecticut Muslim Coordinating Committee. Ia juga sempat menjadi Imam di Masjid yang ia dirikan, yakni Masjid al-Islam selama enam tahun, sejak 1988 hingga 1994.
Ia kerap kali tampil menjadi pembicara di acara khusus muslim di sana dan muncul dengan mengedepankan suara hati nuraninya untuk kesetaraan hak di masyarakat, termasuk untuk mereka yang non muslim. Alasan itu jugalah yang membuatnya masuk ke dalam daftar cendekiawan Amerika yang paling berpengaruh oleh The 500 Most Influential Muslims.
Lantas siapa sebenarnya Zaid, sehingga bisa menjadi cendekiawan muslim yang berpengaruh di negara Barat?
Zaid lahir di Berkeley, Amerika Serikat 65 tahun silam. Ia memutuskan memeluk Islam, tepatnya pada 1977 saat masih bergabung sebagai tentara di Angkatan Udara Amerika Serikat.
Sejak saat itu pula, muslim dengan nama kelahiran Ricky Daryl Mitchell, menggantinya menjadi Zaid Shakir Salim. Kehidupannya pun turut mengalami banyak perubahan setelah memutuskan memeluk dan mendalami Islam.
Ia sempat menempuh pendidikan bahasa Arab selama satu tahun di Kairo, Mesir. Diketahui saat itu, ia menetap di New Heaven, Connecticut dan mulai aktif di kegiatan sosial.
Ia juga turut berkontribusi dalam pendirian Masjid al-Islam, Tri-State Muslim Education Initiative, dan Connecticut Muslim Coordinating Committee. Ia juga sempat menjadi Imam di Masjid yang ia dirikan, yakni Masjid al-Islam selama enam tahun, sejak 1988 hingga 1994.