Apa Perbedaan Zakat, Infak dan Sedekah? Berikut Penjelasannya
Tim langit 7
Jum'at, 29 November 2024 - 08:00 WIB
ilustrasi
Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Royan Utsany, menjelaskan perbedaan mendasar antara zakat, infak, dan sedekah.
Ketiga istilah tersebut sering digunakan secara bergantian dalam kehidupan sehari-hari. Royan memulai dengan menjelaskan bahwa zakat merupakan kewajiban harta yang memiliki syarat, alokasi, dan waktu tertentu.
“Di dalam zakat ada unsur paksaan. Jika seseorang tidak membayar zakat, itu harus ditagih karena hukumnya wajib,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa distribusi zakat hanya untuk delapan golongan (asnaf) yang telah ditentukan dalam Surat At-Taubah ayat 60. Berbeda dengan zakat, infak memiliki cakupan yang lebih luas.
“Infak itu berarti mengeluarkan atau membelanjakan harta, baik yang mencakup zakat maupun nonzakat,” jelas Royan.
Ia menyebut bahwa infak bisa bersifat wajib, seperti kafarat atau nazar, dan bisa juga sunah, seperti memberikan bantuan kepada fakir miskin atau korban bencana alam.
Baca juga:Pandangan Muhammadiyah Tentang Ahlusunnah Wal Jamaah Kembali Dibahas
Ketiga istilah tersebut sering digunakan secara bergantian dalam kehidupan sehari-hari. Royan memulai dengan menjelaskan bahwa zakat merupakan kewajiban harta yang memiliki syarat, alokasi, dan waktu tertentu.
“Di dalam zakat ada unsur paksaan. Jika seseorang tidak membayar zakat, itu harus ditagih karena hukumnya wajib,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa distribusi zakat hanya untuk delapan golongan (asnaf) yang telah ditentukan dalam Surat At-Taubah ayat 60. Berbeda dengan zakat, infak memiliki cakupan yang lebih luas.
“Infak itu berarti mengeluarkan atau membelanjakan harta, baik yang mencakup zakat maupun nonzakat,” jelas Royan.
Ia menyebut bahwa infak bisa bersifat wajib, seperti kafarat atau nazar, dan bisa juga sunah, seperti memberikan bantuan kepada fakir miskin atau korban bencana alam.
Baca juga:Pandangan Muhammadiyah Tentang Ahlusunnah Wal Jamaah Kembali Dibahas