ICC Buka Suara Soal Tekanan Politik Pasca Surat Penangkapan Netanyahu
Nabil
Selasa, 03 Desember 2024 - 05:52 WIB
Hakim Jepang Tomoko Akane, Presiden Mahkamah Pidana Internasional (ICC), menyampaikan pidato dalam konferensi pers di Klub Pers Nasional Jepang di Tokyo pada 14 Juni 2024. (Foto: Istimewa)
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Presiden Mahkamah Pidana Internasional (ICC) angkat bicara pada Senin terkait serangan terhadap pengadilan yang menjadi sorotan setelah mengeluarkan surat perintah penangkapan terkait konflik di Gaza dan Ukraina.
ICC mendapat kritikan setelah hakim mengeluarkan surat perintah penangkapan bulan lalu untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mantan menteri pertahanannya, dan seorang pemimpin senior Hamas.
Baca juga: Netanyahu Jadi Buronan ICC, Masa Depan Israel Terancam
Para hakim ICC menyatakan ada "alasan yang masuk akal" untuk mencurigai ketiga pria tersebut melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait serangan Hamas 7 Oktober dan operasi militer Israel selanjutnya di Gaza.
Netanyahu menyebut keputusan ini sebagai tindakan antisemit, sementara Presiden AS Joe Biden mengecam surat perintah penangkapan terhadap pejabat Israel sebagai "tindakan tidak masuk akal."
Saat berbicara kepada anggota ICC di Den Haag, Presiden ICC Tomoko Akane mengatakan pengadilan menghadapi "tindakan pemaksaan, ancaman, tekanan, dan aksi sabotase."
Baca juga: ICC Keluarkan Surat Penangkapan, Netanyahu: Kami Tak Akan Menyerah!
ICC mendapat kritikan setelah hakim mengeluarkan surat perintah penangkapan bulan lalu untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mantan menteri pertahanannya, dan seorang pemimpin senior Hamas.
Baca juga: Netanyahu Jadi Buronan ICC, Masa Depan Israel Terancam
Para hakim ICC menyatakan ada "alasan yang masuk akal" untuk mencurigai ketiga pria tersebut melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait serangan Hamas 7 Oktober dan operasi militer Israel selanjutnya di Gaza.
Netanyahu menyebut keputusan ini sebagai tindakan antisemit, sementara Presiden AS Joe Biden mengecam surat perintah penangkapan terhadap pejabat Israel sebagai "tindakan tidak masuk akal."
Saat berbicara kepada anggota ICC di Den Haag, Presiden ICC Tomoko Akane mengatakan pengadilan menghadapi "tindakan pemaksaan, ancaman, tekanan, dan aksi sabotase."
Baca juga: ICC Keluarkan Surat Penangkapan, Netanyahu: Kami Tak Akan Menyerah!