Respons Kiai Jeje Zaenudin Soal Penceramah Olok-Olok Bakul Es Teh
Esti setiyowati
Kamis, 05 Desember 2024 - 12:38 WIB
Cendekiawan muslim, KH Jeje Zaenudin. Foto: Istimewa.
Polemik penceramah agama, Miftah Maulana dengan Sunhaji, penjual es teh telah berakhir. Miftah Maulana sudah meminta maaf pada Sunhaji yang sempat diolok-oloknya di acara pengajian Magelang Bersholawat.
Melalui video berdurasi satu menit, Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan ini meminta maaf dan bertemu langsung dengan Sunhaji pada Rabu (4/12/2024) kemarin.
Baca juga: Ketika Dakwah Kehilangan Adab: Pelajaran Berharga untuk Umat, Kasus Gus Miftah Jangan Terjadi Lagi
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, saya Miftah Maulana Habiburrahman, menanggapi yang viral hari ini. Yang pertama, dengan kerendahan hati saya minta maaf atas kekhilafan saya,” kata Miftah.
“Saya juga minta maaf kepada masyarakat atas kegaduhan ini, yang merasa terganggu atas candaan saya, yang dinilai oleh masyarakat berlebihan. Untuk itu, saya juga minta maaf,” sambungnya.
Permintaan maaf tersebut berawal dari Miftah Maulana mencemooh Sunhaji yang tengah berjualan es teh dan air minum kemasan saat ia menggelar pengajian di salah satu pondok pesantren diMagelang, Jawa Tengah.
“Es tehmu seh akeh ra? (Es teh mu masih banyak gak?) Masih? Yo kono didol goblok (Ya sana dijual bodoh). Dolen disek, nko lak durung payu, wes, takdir (Jual dulu, kalau belum laku, sudah, takdir),” kata Miftah saat itu.
Melalui video berdurasi satu menit, Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan ini meminta maaf dan bertemu langsung dengan Sunhaji pada Rabu (4/12/2024) kemarin.
Baca juga: Ketika Dakwah Kehilangan Adab: Pelajaran Berharga untuk Umat, Kasus Gus Miftah Jangan Terjadi Lagi
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, saya Miftah Maulana Habiburrahman, menanggapi yang viral hari ini. Yang pertama, dengan kerendahan hati saya minta maaf atas kekhilafan saya,” kata Miftah.
“Saya juga minta maaf kepada masyarakat atas kegaduhan ini, yang merasa terganggu atas candaan saya, yang dinilai oleh masyarakat berlebihan. Untuk itu, saya juga minta maaf,” sambungnya.
Permintaan maaf tersebut berawal dari Miftah Maulana mencemooh Sunhaji yang tengah berjualan es teh dan air minum kemasan saat ia menggelar pengajian di salah satu pondok pesantren diMagelang, Jawa Tengah.
“Es tehmu seh akeh ra? (Es teh mu masih banyak gak?) Masih? Yo kono didol goblok (Ya sana dijual bodoh). Dolen disek, nko lak durung payu, wes, takdir (Jual dulu, kalau belum laku, sudah, takdir),” kata Miftah saat itu.