home edukasi & pesantren

Kolom Pakar: SosiologI Seksualitas Perempuan, Belajar dari Kisah Qobil-Habil

Jum'at, 06 Desember 2024 - 05:39 WIB
Kolom Pakar: SosiologI Seksualitas Perempuan, Belajar dari Kisah Qobil-Habil
Dr. Beni Ahmad Saebani M.Si (Dosen Sosiologi Hukum Keluarga UIN Sunan Gunung Djati Bandung)



LANGIT7.ID-Perjalanan moralitas manusia bergelut dengan hawa nafsunya yang secara fitrahi tidak pernah merasa puas, selalu serakah dengan kenikmatan, bahkan tidak sedikit yang melanggar syari'at. Nafsu seks dengan cara melampiaskannya seperti binatang telah lama dilakukan manusia. Perempuan dijadikan objek seks bebas atau perempuannya sendiri yang menjadi penjaja seks bagi kaum laki-laki hidung belang. Oleh karena itu, Allah mensyari'atkan pernikahan agar manusia terbebas dari kehidupan yang diperbudak oleh nafsunya sendiri. Syari'at tentang pernikahan bertujuan menjadikan harkat dan martabat manusia lebih mulia dibandingkan dengan binatang.

Kisah manusia yang pertama diciptakan oleh Allah SWT. adalah kisah yang memilukan tentang kesepiannya Nabi Adam as di dalam surga, namun setelah diciptakan pasangan hidupnya, yakni Siti Hawa, satu larangan Allah SWT. untuk tidak mendekati pohon khuldi diabaikan, konon dikarenakan isteri Nabi Adam as merayu dan memintanya untuk mendekati pohon larangan. Hingga pasangan suami-isteri ini diusir dari surga ke muka bumi dan melahirkan keturunan, pun terjadi kembali, kakak beradik yakni Qabil dan Habil berseteru hingga Qabil membunuh Habil. Kisah inipun awal masalahnya karena perempuan, bahwa Qabil dinikahkan dengan Labuda sedangkan Habil dengan Iklima. Qabil merasa cemburu dan kecewa karena Labuda parasnya tidak secantik Iklima, kedengkian Qabil mengakibatkan kisah pembunuhan pertama di muka bumi dengan penyebab seksualitas perempuan.

Kisah tentang perempuan banyak dijelaskan oleh Al-Quran, misalnya tentang isteri Nabi Luth as yang seorang penyuka sesama jenis, isteri Nabi Sulaiman as, yakni Ratu Balqis yang menurut salah satu hadits yang diterima al-Tha'labi diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwa Rasulullah saw. Bersabda, "salah satu dari orangtua Balqis adalah bangsa jin. Namun menurut Ibnu Katsir hadits tersebut adalah hadits gharib dengan sanad yang lemah, kisah tentang seorang isteri shalihah yang mendampingi suami yang memusuhi Bani Israil, yakni Asiyah binti Muzahim sebagai isteri Fir'aun. Demikian juga, isteri Nabi Ayyub as yang amat setia mendampingi suaminya yang terkena penyakit yang cukup lama, yakni Siti Rahma, tentu kisah para isteri Rasulullah saw. pun menjadi penyempurna kajian tentang peran perempuan dalam mendampingi suaminya.

Baca juga: Kolom Pakar: Agama Rasional Etnik Sunda Melawan Kuntilanak, Jurig, Dedemit, Kolongwewe

SEJARAH KELAM PEREMPUAN
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya