home masjid

Gus Baha Bicara Pentingnya Tata Krama Sosial dan Risiko Jika Melanggar

Senin, 09 Desember 2024 - 12:02 WIB
) KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha).Foto/ist
KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) mengingatkan seluruh masyarakat untuk memperhatikan tata krama sosial, terlepas apapun jabatan dalam strata sosial.

Karena ketika melanggar, maka masyarakat akan pergi dari kehidupan pelanggar tata krama sosial tersebut. Masyarakat juga tidak akan melakukan kegiatan sosial dengannya lagi. Hal itu disampaikan Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut ketika mengisi kegiatan diskusi bertajuk Memahami Al-Qur'an dengan meneladani Rasulullah di Universitas IsIam Indonesia (UII) Yogyakarta.

"Inilah betapa pentingnya tata krama sosial. Rasulullah yang di-backup se-alam raya saja, tapi sekali melanggar tata krama sosial tetap saja orang akan bubar/pergi," jelasnya.

Baca juga:Melihat Program Kesejahteraan Sosial di Zaman Sahabat Umar Bin Khattab

Menurut Gus Baha, hukum sosial tidak pernah mengikat hanya pada satu kelompok atau orang saja, melainkan melibatkan semuanya. Bahkan kekasih-kekasih Allah, para Nabi juga dinasihati untuk memperhatikan hal sosial agar tidak salah dipahami.

"Ibnu Khaldun pernah berkata dan ini saya pegang. Nabi sebagai Nabi itu tetap terkena hukum sosial, meskipun memiliki mukjizat seperti apapun ketika ketemu orang harus santun, ketemu anak kecil harus sayang, ketemu orang tua harus hormat," kata Gus Baha.

Bahkan, kata dia, seandainya para nabi bisa terbang pun, ketika ada pelanggaran sosial, maka tetap akan dijauhi oleh masyarakat atau jamaahnya. Oleh karenanya, Nabi Muhammad sangat menjaga akhlaknya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya