Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 13 Juni 2026
home masjid detail berita

Melihat Program Kesejahteraan Sosial di Zaman Sahabat Umar Bin Khattab

tim langit 7 Senin, 09 Desember 2024 - 09:45 WIB
Melihat Program Kesejahteraan Sosial di Zaman Sahabat Umar Bin Khattab
ilustrasi Umar bin Khattab
LANGIT7-Jakarta,- - Islam yang dibawa Nabi Muhammad saw merupakan rahmatan lil ‘alamin¸ menjadikan setiap hukum dan ajarannya selalu untuk menghadirkan kemaslahatan dan kesejahteraan bagi umat Islam secara khusus, dan umumnya untuk seluruh makhluk di muka bumi ini.

Mewujudkan agama Islam sebagai agama yang membawa kesejahteraan sudah dimulai sejak pertama kali Islam hadir di bawah kepemimpinan Nabi Muhammad SAW yang kemudian diteruskan oleh para Khulafaur Rasyidin dan sahabat-sahabat beliau yang menyebarkan dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia.

Salah satu contoh upaya menyejahterakan umat yang dilakukan oleh para sahabat adalah yang dilakukan oleh Amirul Mu’minin Umar bin al-Khattab selama masa kepemimpinannya antara tahun 13 hingga 23 Hijriyah.

Muhamad Iqbal Akmaludin, alumni Darus-Sunnah International Institute For Hadith Sciences dan UIN Jakarta menyontohkan beberapa usaha Umar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya antara lain:

1. Dalam Bidang Ekonomi Umar melakukan inovasi besar-besaran di dalam bidang ekonomi, salah satu yang paling utama adalah pembentukan “Baitul Mal” (bank negara), di mana setiap pemasukan negara dari pajak, rampasan perang atau pun pendapatan lainnya dikumpulkan di Baitul Mal, dan setiap pemasukan dan pengeluaran negara tercatat dengan rapi dan disalurkan selalu tepat sasaran.

Baca juga:Memahami Berbagai Jenis Takdir Manusia

Untuk pemerataan dan percepatan ekonomi, Umar tidak hanya memusatkan Baitul Mal di Madinah yang menjadi ibukota negara, tetapi membangun Baitul mal di setiap kota besar seperti Basrah, Kufah, Damaskus dan Mesir untuk mempermudah para Gubernurnya membangun kota masing-masing, dengan pengawasan yang ketat dari Umar.

Keterangan ini sebagaimana dikutip dari Akram Dhiya al-Umari dalam ‘Ashrul Khilafatir Rasyidah (Riyadh, Maktabah al ‘Abikan 1430 H: 118).

Umar juga adalah orang yang pertama kali membuat lumbung-lumbung cadangan makanan seperti tepung gandum, kurma, kismis dan air di antara kota Makkah dan Madinah, tujuannya adalah agar para pedagang, musafir atau bahkan yang pergi haji-umrah tidak kelaparan jika persediaan bekal mereka habis.

Lumbung-lumbung ini dibagikan secara gratis bagi mereka yang membutuhkannya. Selain itu, Umar juga memerintahkan untuk pengiriman logistik makanan antara Mesir dan Madinah lewat laut, untuk mempercepat distribusi kebutuhan pokok antara Mesir dan Arab, sebagaimana disebut oleh Jalaluddin As-Suyuti dalam Tarikhul Khulafa (Kairo, Maktabah Nizar Mushtafa al-Baz, 1425 H: 110).

2. Bidang Pembangunan Wilayah

Selain bidang ekonomi, Umar juga melakukan berbagai upaya dalam pembangunan wilayah, khususnya di wilayah-wilayah yang baru ditaklukkan umat Islam.

Umar memerintahkan para gubernurnya untuk merencanakan dan mengawasi berbagai proyek pemberdayaan, seperti pemanfaatan sungai dan penggalian mata air, pembangunan jembatan, perencanaan kota, pengaspalan jalan, serta pembangunan masjid dan pasar.

Selain itu, ia juga memerintahkan untuk mengelola sumber air, mengalokasikan tanah untuk rumah penduduk, dan menghidupkan kembali tanah yang mati untuk memperluas lahan pertanian (Akram Dhiya al-Umari, 1430: 118).

Baik dalam perekonomian maupun pembangunan wilayah, semua langkah yang diambil oleh Umar dan para gubernurnya bertujuan untuk kesejahteraan rakyat.

Bahkan ketika terjadi tahun paceklik (17-18 Hijriyah), Umar bersama para gubernurnya bekerja sama memberikan bantuan semaksimal mungkin untuk masyarakat.

Saat Madinah dilanda kelaparan akibat paceklik, Abu Ubaidah, yang menjabat sebagai Gubernur Syam, mengirimkan 4.000 kantong makanan dari Syam untuk membantu masyarakat Madinah, sebagaimana dituturkan oleh Muhammad bin Jarir Ath-Thabari dalam Tarikhur Rusul wal Muluk Jilid IV (Darul Ma’arif, Kairo, 1387 H: 100).

Sebaliknya, ketika Tha’un Amwas (wabah penyakit) melanda Syam, Umar memberikan bantuan maksimal dari Madinah ke Syam, agar masyarakat yang berada dalam karantina bisa mencukupi kebutuhannya dan tetap tinggal di Syam, sehingga pandemi bisa terkendali dan tidak meluas.

Semua program yang dijalankan oleh Umar dan para gubernurnya tidak hanya didukung oleh kebijakan yang cermat dan strategis, tetapi juga oleh penerapan keadilan hukum yang tegas.

Umar memastikan bahwa setiap kebijakan yang diterapkan tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi, melainkan semata-mata untuk kesejahteraan umat.

Dengan landasan keadilan dan transparansi yang kuat, Umar mampu membawa masyarakatnya keluar dari masa-masa sulit dan mengarahkan mereka menuju kemakmuran.

Kepemimpinan yang adil dan penuh perhatian terhadap rakyat inilah yang menjadikan era pemerintahan Umar bin al-Khattab sebagai salah satu contoh kepemimpinan terbaik dalam sejarah Islam.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 13 Juni 2026
Imsak
04:29
Shubuh
04:39
Dhuhur
11:56
Ashar
15:17
Maghrib
17:49
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)