Joko Anwar Tegaskan Rekam Film di Bioskop Langgar Hukum
Esti setiyowati
Jum'at, 13 Desember 2024 - 17:28 WIB
Joko Anwar. Foto: Istimewa.
Heboh di media sosial aksi seorang perempuan yang meludahi pria yang menegurnya, lantaran diduga merekam film secara diam-diam di dalambioskop.
“Diludahin ibu-ibu yang ngerekam adegan di bioskop. Dia ancem-ancem juga,” bunyi keterangan dari video yang diunggah akun X, @akbarry di X, dikutip Jumat (13/12/2024).
Video tersebut memperlihatkan Akbarry yang mengingatkan perempuan tadi bahwa aksinya di dalam bioskop melanggar hukum. Namun, perempuan tersebut merasa dirinya tidak melanggar hukum karena hanya merekam suasana bioskop.
Baca juga: Joko Anwar Sebut Film Siksa Kubur Suguhkan Pengalaman Teror Lebih Realistik
“Lu jangan sembarangan ngomong gitu sama gue ya. Pembajakan yang mana, buktinya mana? Itu kan cuma sepintas doang, enggak dari awal sampai akhir,” kata perempuan itu, seperti terlihat dalam video.
Namun saat diajak untuk melihat melaluiCCTV, perempuan tersebut dengan tegas menolak. Bahkan, ia berteriak dan mengancam akan melaporkan penegurnya itu ke polisi.
Unggahan Akbarry kemudian mendapat respons dari bioskop CGV Indonesia, dengan menegaskan bahwa merekam film dalam bentuk apapun di dalam bioskop adalah pelanggaran hukum.
“Diludahin ibu-ibu yang ngerekam adegan di bioskop. Dia ancem-ancem juga,” bunyi keterangan dari video yang diunggah akun X, @akbarry di X, dikutip Jumat (13/12/2024).
Video tersebut memperlihatkan Akbarry yang mengingatkan perempuan tadi bahwa aksinya di dalam bioskop melanggar hukum. Namun, perempuan tersebut merasa dirinya tidak melanggar hukum karena hanya merekam suasana bioskop.
Baca juga: Joko Anwar Sebut Film Siksa Kubur Suguhkan Pengalaman Teror Lebih Realistik
“Lu jangan sembarangan ngomong gitu sama gue ya. Pembajakan yang mana, buktinya mana? Itu kan cuma sepintas doang, enggak dari awal sampai akhir,” kata perempuan itu, seperti terlihat dalam video.
Namun saat diajak untuk melihat melaluiCCTV, perempuan tersebut dengan tegas menolak. Bahkan, ia berteriak dan mengancam akan melaporkan penegurnya itu ke polisi.
Unggahan Akbarry kemudian mendapat respons dari bioskop CGV Indonesia, dengan menegaskan bahwa merekam film dalam bentuk apapun di dalam bioskop adalah pelanggaran hukum.