Mengenal Terapi Berendam Air Dingin yang Kini Jadi Tren di Medsos
Lusi mahgriefie
Jum'at, 27 Desember 2024 - 12:05 WIB
Terapi berendam di air es kini menjadi tren.Foto/Ilustrasi
Beranda media sosial Instagram ramai dengan unggahan para selebritas, influencer, dan juga masyarakat dunia yang melakukan terapi berendam air dingin atau air es. Seperti apa dan bagaimana manfaatnya bagi tubuh? Simak penjelasannya.
Berendam air dingin diketahui banyak manfaat, seperti disebutkan dalam sebuah studi. Dr. A. Brion Gardner, seorang ahli bedah ortopedi di The Centers for Advanced Orthopaedics mengatakan, mandi es memiliki manfaat.
“Penelitian ini tidak membuktikan 100 persen bahwa tidak ada manfaat mandi es. Hal ini menunjukkan bahwa manfaat yang diyakini sebelumnya berupa pemulihan yang lebih cepat, pengurangan kerusakan otot dan jaringan, serta peningkatan fungsi belum tentu benar,” ujarnya melansir healthline.com.
Kemudian Dr Thanu Jey, direktur klinik di Yorkville Sports Medicine Clinic, setuju.
“Akan selalu ada penelitian yang mendukung kedua sisi perdebatan ini,” katanya. “Meskipun sebagian besar penelitian tidak meyakinkan, saya mendukung yang terbaik saat ini, seperti fakta atlet profesional yang rutin menggunakan pemandian es.”
Namun perlu diperhatikan dalam penelitian ini adalah ukuran sampel dan usia. Yaitu 9 pria muda berusia antara 19 dan 24 tahun yang melakukan pelatihan ketahanan dua-tiga hari seminggu. Diperlukan lebih banyak penelitian lebih besar untuk menghilangkan prasangka manfaat mandi es.
Baca juga:Abel Cantika Bagikan Tips Memilih Produk Perawatan Kulit
Berendam air dingin diketahui banyak manfaat, seperti disebutkan dalam sebuah studi. Dr. A. Brion Gardner, seorang ahli bedah ortopedi di The Centers for Advanced Orthopaedics mengatakan, mandi es memiliki manfaat.
“Penelitian ini tidak membuktikan 100 persen bahwa tidak ada manfaat mandi es. Hal ini menunjukkan bahwa manfaat yang diyakini sebelumnya berupa pemulihan yang lebih cepat, pengurangan kerusakan otot dan jaringan, serta peningkatan fungsi belum tentu benar,” ujarnya melansir healthline.com.
Kemudian Dr Thanu Jey, direktur klinik di Yorkville Sports Medicine Clinic, setuju.
“Akan selalu ada penelitian yang mendukung kedua sisi perdebatan ini,” katanya. “Meskipun sebagian besar penelitian tidak meyakinkan, saya mendukung yang terbaik saat ini, seperti fakta atlet profesional yang rutin menggunakan pemandian es.”
Namun perlu diperhatikan dalam penelitian ini adalah ukuran sampel dan usia. Yaitu 9 pria muda berusia antara 19 dan 24 tahun yang melakukan pelatihan ketahanan dua-tiga hari seminggu. Diperlukan lebih banyak penelitian lebih besar untuk menghilangkan prasangka manfaat mandi es.
Baca juga:Abel Cantika Bagikan Tips Memilih Produk Perawatan Kulit