Sejarah Masuknya Islam di China: Dari Jalur Perdagangan sampai Menyebar Luas
Rofi Ali Majid
Ahad, 29 Desember 2024 - 06:34 WIB
Ilustrasi Muslim di China. (Sumber: Paw Research Center)
Islam mulai masuk ke China pada abad ke-7, dibawa oleh pedagang Arab dan Persia yang berdagang melalui pelabuhan-pelabuhan di pesisir tenggara China.
Kehadiran mereka menjadi awal mula interaksi antara budaya Islam dengan masyarakat setempat.
Merujuk Paw Research Center,penyebaran Islam yang lebih masif ke wilayah daratan China baru terjadi pada abad ke-13, bersamaan dengan penaklukan Mongol.
Baca Juga:5 Fakta Menarik Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2: Fasilitas Mewah Harga Murah
Ketika itu, para pemukim dari Asia Tengah mulai menetap secara permanen di berbagai wilayah China. Komunitas Muslim yang terbentuk kemudian dikenal sebagai suku Hui.
Suku Hai terdiri atas berbagai kelompok, termasuk orang-orang Arab dan Persia yang menetap, orang Tibet serta etnis Han yang memeluk Islam, hingga kelompok minoritas seperti komunitas Yahudi Tiongkok yang dikenal sebagai "Hui Berpeci Biru."
Di samping itu, ekspansi kekaisaran China membawa masuk kelompok etnis baru dari wilayah perbatasan, termasuk suku Uyghur, yang awalnya adalah kelompok nomaden Turki dari Pegunungan Altai, wilayah yang kini berbatasan dengan Kazakhstan, Mongolia, dan Rusia.
Kehadiran mereka menjadi awal mula interaksi antara budaya Islam dengan masyarakat setempat.
Merujuk Paw Research Center,penyebaran Islam yang lebih masif ke wilayah daratan China baru terjadi pada abad ke-13, bersamaan dengan penaklukan Mongol.
Baca Juga:5 Fakta Menarik Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2: Fasilitas Mewah Harga Murah
Ketika itu, para pemukim dari Asia Tengah mulai menetap secara permanen di berbagai wilayah China. Komunitas Muslim yang terbentuk kemudian dikenal sebagai suku Hui.
Suku Hai terdiri atas berbagai kelompok, termasuk orang-orang Arab dan Persia yang menetap, orang Tibet serta etnis Han yang memeluk Islam, hingga kelompok minoritas seperti komunitas Yahudi Tiongkok yang dikenal sebagai "Hui Berpeci Biru."
Di samping itu, ekspansi kekaisaran China membawa masuk kelompok etnis baru dari wilayah perbatasan, termasuk suku Uyghur, yang awalnya adalah kelompok nomaden Turki dari Pegunungan Altai, wilayah yang kini berbatasan dengan Kazakhstan, Mongolia, dan Rusia.