JAKARTA, LANGIT7.ID - Islam mulai masuk ke China pada abad ke-7, dibawa oleh pedagang Arab dan Persia yang berdagang melalui pelabuhan-pelabuhan di pesisir tenggara China.
Kehadiran mereka menjadi awal mula interaksi antara budaya Islam dengan masyarakat setempat.
Merujuk
Paw Research Center, penyebaran Islam yang lebih masif ke wilayah daratan China baru terjadi pada abad ke-13, bersamaan dengan penaklukan Mongol.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2: Fasilitas Mewah Harga MurahKetika itu, para pemukim dari Asia Tengah mulai menetap secara permanen di berbagai wilayah China. Komunitas Muslim yang terbentuk kemudian dikenal sebagai suku Hui.
Suku Hai terdiri atas berbagai kelompok, termasuk orang-orang Arab dan Persia yang menetap, orang Tibet serta etnis Han yang memeluk Islam, hingga kelompok minoritas seperti komunitas Yahudi Tiongkok yang dikenal sebagai "Hui Berpeci Biru."
Di samping itu, ekspansi kekaisaran China membawa masuk kelompok etnis baru dari wilayah perbatasan, termasuk suku Uyghur, yang awalnya adalah kelompok nomaden Turki dari Pegunungan Altai, wilayah yang kini berbatasan dengan Kazakhstan, Mongolia, dan Rusia.
Pasca Revolusi Komunis tahun 1949, pemerintah China memperkenalkan kebijakan campuran terhadap minoritas Muslim.
Di satu sisi, mereka menciptakan wilayah otonomi etnis seperti Daerah Otonomi Xinjiang Uyghur untuk melindungi tradisi etnis. Namun di sisi lain, pada periode Revolusi Kebudayaan (1966–1976), semua kegiatan keagamaan, termasuk Islam, dilarang.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik Tentang Muslim di Negara China yang Jarang DiketahuiTerlepas dari itu, penyebaran Islam di China juga terlihat dalam data geografis. Sebagian besar Muslim China tinggal di wilayah barat laut seperti Xinjiang, Gansu, Ningxia, dan Qinghai.
Provinsi Xinjiang sendiri menjadi rumah bagi 63 persen masjid di China dengan jumlah lebih dari 24.000 masjid dari total 39.000 masjid.
Menurut pemerintah China, saat ini terdapat sekitar 18 juta Muslim dewasa, setara 1,6 persen dari populasi dewasa di negara tersebut.
Pew Research Center memperkirakan angka ini sedikit lebih rendah, 17 juta jiwa, mencakup minoritas Han Muslim yang jarang terhitung dalam sensus resmi.***
(hbd)