Pemerintah Wacanakan Sekolah Libur Selama Ramadhan, Pergunu Minta Optimalkan Pembelajaran Informal
Tim langit 7
Jum'at, 03 Januari 2025 - 10:00 WIB
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Pergunu Aris Adi Leksono.
Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) menilai wacana sekolah libur selama satu bulan penuh selama Ramadhan perlu dikaji terkait dampaknya secara mendalam.
"Ya saya kira terkait libur Ramadhan perlu dikaji secara mendalam," kata Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Pergunu Aris Adi Leksono.
Menurut Aris, sebaiknya pemerintah tidak meliburkan yang dalam arti tidak ada kegiatan sama sekali selama satu bulan penuh. Ia beranggapan mestinya narasi yang dikemukakan bukan libur, tetapi pemerintah perlu berupaya mengoptimalkan pembelajaran selama Ramadhan.
Dia menjelaskan, pendidikan terbagi menjadi dua, ada jalur formal dan informal selama Ramadhan. Pemerintah bisa mengaktifkan jalur informal.
Baca juga:Sekolah Libur saat Ramadhan, PKB: Bisa Diisi dengan Kegiatan Berbasis Komunitas
Menurut Aris, upaya memberikan pembelajaran informal selama Ramadhan dapat memitigasi situasi agar anak tak terpengaruh gadget dan pergaulan bebas yang bisa mengakibatkan gangguan situasi kesehatan mental.
"Selama bulan Ramadhan, guru bisa memberikan tugas kepada orang tua untuk membimbing anak agar fokus ibadah spiritual, agar tidak masuk ke hal negatif dan bisa menguatkan mentalnya anak," papar Aris.
"Ya saya kira terkait libur Ramadhan perlu dikaji secara mendalam," kata Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Pergunu Aris Adi Leksono.
Menurut Aris, sebaiknya pemerintah tidak meliburkan yang dalam arti tidak ada kegiatan sama sekali selama satu bulan penuh. Ia beranggapan mestinya narasi yang dikemukakan bukan libur, tetapi pemerintah perlu berupaya mengoptimalkan pembelajaran selama Ramadhan.
Dia menjelaskan, pendidikan terbagi menjadi dua, ada jalur formal dan informal selama Ramadhan. Pemerintah bisa mengaktifkan jalur informal.
Baca juga:Sekolah Libur saat Ramadhan, PKB: Bisa Diisi dengan Kegiatan Berbasis Komunitas
Menurut Aris, upaya memberikan pembelajaran informal selama Ramadhan dapat memitigasi situasi agar anak tak terpengaruh gadget dan pergaulan bebas yang bisa mengakibatkan gangguan situasi kesehatan mental.
"Selama bulan Ramadhan, guru bisa memberikan tugas kepada orang tua untuk membimbing anak agar fokus ibadah spiritual, agar tidak masuk ke hal negatif dan bisa menguatkan mentalnya anak," papar Aris.