Semboyan Resmi Pasukan Muslim dalam Perang Badar: Ahad... Ahad... Ahad!
Miftah yusufpati
Sabtu, 18 Januari 2025 - 05:15 WIB
Pada perang Badar jumlah pasukan muslim yang 313 orang melawan 1.000 orang kafir Quraisy. Ilustarsi: Ist
LANGIT7.ID--Perang Badar adalah pertempuran besar pertama antara umat Islam melawan kaum kafir Quraisy. Perang ini terjadi pada 17 Ramadan 2 H (13 Maret 624).
Pasukan kecil kaum Muslim yang berjumlah 313 orang bertempur menghadapi pasukan Quraisy dari Makkah yang berjumlah 1.000 orang.
Dikisahnya, pada perang itu pekik "Ahad... Ahad... Ahad..." menjadi semboyan resmi pasukan Muslim. Pekik ini adalah teriakan Bilal bin Rabah tatkala ia disiksa kaum kafir Quraisy Makkah.
Khalid Muhammad Khalid dalam bukunya berjudul "Karakteristik Perihidup 60 Sahabat Rasulullah" menyebut dalam perang ini Bilal bin Rabah dan Umayyah bin Khalaf, bekas tuannya, bertemu.
Dalam perang inilah Bilal bin Rabah berhasil membunuh Umayyah bin Khalaf, tuannya yang menyiksa dirinya saat di Makkah.
Bilal masih sama seperti dulu ketika disiksa oleh Umayyah bin Khalaf. Dalam perang Badar, Bilal meneriakkan, “Ahad…. Ahad!” Namun bedanya, kali ini atas perintah Nabi Muhammad SAW, teriakan tersebut menjadi semboyan bagi pasukan Islam.
Baca juga: Sejarah Idul Fitri, Dirayakan Usai Perang Badar
Pasukan kecil kaum Muslim yang berjumlah 313 orang bertempur menghadapi pasukan Quraisy dari Makkah yang berjumlah 1.000 orang.
Dikisahnya, pada perang itu pekik "Ahad... Ahad... Ahad..." menjadi semboyan resmi pasukan Muslim. Pekik ini adalah teriakan Bilal bin Rabah tatkala ia disiksa kaum kafir Quraisy Makkah.
Khalid Muhammad Khalid dalam bukunya berjudul "Karakteristik Perihidup 60 Sahabat Rasulullah" menyebut dalam perang ini Bilal bin Rabah dan Umayyah bin Khalaf, bekas tuannya, bertemu.
Dalam perang inilah Bilal bin Rabah berhasil membunuh Umayyah bin Khalaf, tuannya yang menyiksa dirinya saat di Makkah.
Bilal masih sama seperti dulu ketika disiksa oleh Umayyah bin Khalaf. Dalam perang Badar, Bilal meneriakkan, “Ahad…. Ahad!” Namun bedanya, kali ini atas perintah Nabi Muhammad SAW, teriakan tersebut menjadi semboyan bagi pasukan Islam.
Baca juga: Sejarah Idul Fitri, Dirayakan Usai Perang Badar