home masjid

Kisah Kemarahan Abu Bakar saat Pendeta Yahudi Mengolok-olok Firman Allah Taala

Senin, 20 Januari 2025 - 04:45 WIB
Abu Bakar akan sangat marah jika sudah mengenai akidah dan keimanannya yang begitu tulus kepada Allah dan Rasul-Nya. Ilustrasi: Ist/mhy
LANGIT7.ID--Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah orang yang begitu damai dan tenang, tak pernah mengenal marah, kecuali ketika melihat musuh-musuh dakwah yang terdiri dari orang-orang Yahudi dan kaum Munafik mulai berolok-olok dan main tipu muslihat.

Muhammad Husain Haekal dalam bukunya yang diterjemahkan dari bahasa Arab oleh Ali Audah berjudul "Abu Bakr As-Siddiq - Yang Lembut Hati" mengisahkan peristiwa ini terjadi pada saat umat Islam hijrah di Madinah. Kala itu, Rasulullah SAWdan kaum Muslimin dengan pihak Yahudi sudah membuat per­janjian, masing-masing menjamin kebebasan menjalankan dakwah agamanya serta bebas melaksanakan upacara-upacara keagamaannya masing-masing.

Orang-orang Yahudi itu pada mulanya mengira bahwa mereka mampu mengambil keuntungan dari kaum Muslimin yang datang dari Makkah dalam menghadapi Aus dan Khazraj.

Akan tetapi setelah mereka tak berhasil memecah belah kaum Muhajirin dengan kaum Ansar, mulailah mereka menjalankan tipu muslihat dan memperolok agama.

Baca juga: Kisah Raihanah binti Zaid: Perempuan Yahudi yang Sempat Menolak Lamaran Rasulullah SAW

Beberapa orang Yahudi berkumpul mengerumuni salah seorang dari mereka yang bernama Finhas. Dia adalah pendeta dan pemuka agama mereka. Ketika Abu Bakar datang dan melihat mereka, ia berkata kepada Finhas ini:

"Finhas, takutlah engkau kepada Allah dan terimalah Islam. Engkau tahu bukan bahwa Muhammad Rasulullah. Dia telah datang kepada kita dengan sebenarnya sebagai utusan Allah. Kalian akan melihat itu dalam Taurat dan Injil."
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya